Laporkan Masalah

PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS INAKTIF DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SLEMAN

RASYID IKHSANDHI, Waluyo, S.S., M.Hum.

2014 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPAN

Penulisan laporan Tugas Akhir yang berjudul Pengelolaan Arsip Dinamis Inaktif di Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman Yogyakarta merupakan hasil dari pengumpulan data Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman D.I.Yogyakarta. Praktik Kerja Lapangan ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan arsip dinamis inaktif di ruang penyimpanan arsip inaktif. Penanganan arsip terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pemilahan arsip, identifikasi arsip, penanganan, hingga arsip tersebut dapat dimanfaatkan para pengguna arsip, dan temu balik arsip. Metode pengumpulan data melalui tiga tahapan. Pertama, studi pustaka untuk memperoleh referensi data berdasarkan sumber yang jelas dan terpercaya sesuai dengan tema yang dipilih. Kedua observasi dan ketiga berupa wawancara. Kedua tahapan tersebut dilakukan untuk memperoleh pemahaman mengenai sistem pemberkasan yang berjalan di instansi. Setelah metode pengumpulan data dilakukan, data kemudian dievaluasi dan diolah sehingga diperoleh data yang relevan dengan topik pembahasan. Kesimpulan utama secara keseluruhan pengelolaan arsip dinamis inaktif di Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman ini sudah cukup baik, namun dalam pengelolaannya masih belum berjalan optimal. Hal ini dikarenakan minimalnya SDM yang khusus mengelola arsip, ruang simpan dan sarana prasarana yang terbatas.

Writing final report entitled Managing Inactive records in Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman Yogyakarta is the result of data collection Field Work Practices are held in Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman D.I.Yogyakarta. Field Work Practice aims to identify inactive records managing system in the inactive file storage space. Handling the record consists of several stages, ranging from sorting the record, the record identification, handling, can be used to archive the record users, and record retrieval. Methods of data collection through there stages. First, the literature study to obtain reference data based on a clear and reliable sources in sccordance with the chosen theme. The second and third observations in the form of interviews. The second phase was conducted to gain an understanding of filing systems that run in the institute. After the method of data collection is done, the data are evaluated and then processed to obtain data relevant to the topic of discussion. The main conclusions overall managing inactive records in Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman has been pretty good, but the management is still not optimal. This is because the minimum specialized human resources to manage the archive, save space and limited infrastructure.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.