Laporkan Masalah

KAJIAN DEBIT BANJIR AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS BELIK, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NOVIANA DIAN UTAMI, Dr. Slamet Suprayogi, M.S

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sub DAS Belik yang merupakan daerah tangkapan air (DTA) yang berada di daerah perkotaan Yogyakarta dan Sleman. Banjir sering terjadi di daerah tersebut ketika musim penghujan akibat berkembangnya lahan terbangun yang kedap air, sehingga meningkatkan koefisien limpasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan secara spasial dan temporal pada tahun 2003 dan 2012, menghitung besar debit banjir di daerah kajian dengan berbagai kala ulang dihubungkan dengan kapasitas sungai, dan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit banjir di daerah kajian. Metode interpretasi citra satelit digunakan untuk mengetahui penggunaan lahan tahun 2003 sedangkan cek lapangan berdasarkan hasil interpretasi digunakan untuk mengetahui penggunaan lahan tahun 2012. Perubahan penggunaan lahan dapat diketahui dengan metode tumpang susun kedua peta pada tahun yang bersangkutan. Analisis frekuensi dengan kala ulang 2, 5, 10, dan 20 tahun serta rumus Mononobe digunakan untuk menghitung intensitas hujan, sedangkan debit banjir dihitung dengan menggunakan metode rasional. Kapasitas sungai dihitung dengan metode slope-area untuk mengetahui debit banjir dapat tertampung atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan yang paling banyak berkurang luasannya adalah daerah bervegetasi yaitu sebesar 23,47 Ha (3,44 %) sedangkan penggunaan lahan yang paling banyak bertambah luasannya adalah perumahan yaitu sebesar 22,86 Ha (3,34 %). Debit banjir meningkat dari tahun 2003 ke 2012 pada semua DTA. Kapasitas sungai DTA Karangwuni, Klebengan, Lembah, dan Klitren tidak mampu menampung debit rancangan sedangkan kapasitas sungai DTA utama sebesar 36,07 m3/detik mampu menampung debit pada kala ulang 2 tahun. Peningkatan nilai koefisien rata-rata di daerah kajian sebesar 5,17 % - 16,28 % akibat perubahan penggunaan lahan menjadi lahan yang kedap air sehingga menaikkan debit banjir. Debit banjir yang tidak dapat tertampung di sungai mengakibatkan banjir dan genangan di daerah kajian saat musim penghujan.

Belik sub-watershed is a catchment area that located in urban area of Yogyakarta regency and Sleman regency. Flood is often occur in that area when the rainy season because of development of impermeable land, so that increasing the runoff coefficient. Because of that, this research have purpose to study land use change spatially and temporally on the year of 2003 and 2012, to calculate flood discharge in study area with various return period connected with river capacity, and to analyze influence of land use change to flood discharge in study area. Interpretation method of satellite imagery is used to know land use on 2003 whereas field check according to interpretation result is used to know land use on 2012. Land use change can be known using overlay method both of the map on that year. Frequency analysis with return period of 2, 5, 10, and 20 years and Mononobe formula are used to calculate rain intensity whereas flood discharge is calculated using rational method. River capacity is calculated using slope-area method to know that flood discharge can be accommodated or not. The result of this research show that the most decreasing land use areal is area with vegetation which is 23,47 Ha (3,44 %) whereas the most increasing land use areal is real estate areas which is 22,86 Ha (3,34 %). Flood discharge increase from year 2003 to year 2012 in all of catchment area. River capacity of Karangwuni, Klebengan, Lembah, and Klitren catchment area cannot accommodate that discharge whereas river capacity of main catchment area is 36,07 m3/s can accommodate discharge with return period of 2 years. The increasing of runoff coefficient average in study area is 5,17 % - 16,28 % because of land use change to impermeable land so that increase flood discharge. Flood discharge that cannot be accommodated by the river causes flood and puddle in study area during rainy season.

Kata Kunci : perubahan penggunaan lahan, debit banjir, kapasitas sungai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.