Laporkan Masalah

Penerapan Mixed Environmental Quality Index dalam Penilaian Kualitas Lingkungan Hidup Permukiman di Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

DINDA MUKARROMAH, Dr. Slamet Suprayogi, S. Si., M. S

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penilaian kualitas lingkungan hidup umumnya dilakukan pada masing-masing komponen penyusun lingkungan tanpa mengaitkan antar komponen-komponen tersebut dalam lingkungan. Metode Mixed Environmental Quality Index dikembangkan untuk melakukan penilaian kualitas lingkungan hidup dengan menggabungkan keseluruhan parameter fisik dan sosial masyarakat menjadi satu nilai indeks yang mengindentifikasikan kualitas lingkungan di wilayah kajian, yaitu lingkungan permukiman di kawasan konservasi budaya Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan karakteristik kualitas udara, kualitas air, ketersediaan ruang terbuka hijau, dan persepsi masyarakat terhadap lingkungan dan (2) menghitung serta menganalisis nilai indeks lingkungan di setiap blok permukiman di Kecamatan Kraton. Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan hasil pengukuran lapangan dan uji laboratorium, berupa pengukuran kualitas air, kualitas udara, dan wawancara persepsi masyarakat (60 reponden), serta data sekunder berupa ketersediaan ruang terbuka hijau yang diperoleh dengan memanfaatkan citra Quickbird 2011. Masing-masing komponen tersebut dihitung dengan menggunakan metode perhitungan berupa Water Quality Index, Air Quality Index, Indeks Ruang Terbuka Hijau, dan Indeks Persepsi Masyarakat Peduli Lingkungan, yang selanjutnya diolah menjadi satu dalam metode Mixed Environmental Quality Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah kajian tergolong baik, karena konsentrasi zat pencemar SO2 dan NO2 di udara berada di bawah ambang batas, sehingga nilai Air Quality Indexnya pun tergolong baik. Hasil untuk kualitas air menunujukkan beberapa titik memiliki konsentrasi zat pencemar, seperti nitrat, detergen sebagai MBAS, dan E.Coli di atas ambang batas, sehingga nilai Water Quality Index pada beberapa titik tergolong buruk. Komponen lain, berupa ketersediaan ruang terbuka hijau dan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa di dalam setiap blok di wilayah kajian, hanya 5 blok permukiman yang memiliki ruang terbuka hijau dengan luasan + 30%luasan wilayah dan sebagian besar masyarakat di setiap blok permukiman memiliki pengetahuan dan sikap yang mendukung dalam kepedualian terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan hidup permukiman Kecamatan Kraton yang diperoleh dari perumusan hasil keseluruhan kualitas air, udara, ketersediaan ruang terbuka hijau, dan persepsi masyarakat menggunakan M. EQI menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup permukiman cenderung buruk, terutama sebagai akibat dari tingkat kepadatan permukiman yang cukup tinggi dilihat dari jarak antar bangunan tempat tinggal yang sangat minim (< 1 meter).

Assessment of environmental quality is generally performed on each component of the environment without linking between these components. Mixed Environmental Quality Index Methods was developed to assess the environmental quality by combining physical and social parameters into a single index value that identifies the quality of the residential environment in District of Kraton, Yogyakarta. This study aims to (1) describe the characteristics of air quality, water quality, availability of green open spaces, and public perception of the environment and (2) to calculate and analyze environmental index value in each block of settlements in the District of Kraton. The data used are primary data that is collected by field measurements and laboratory tests, such as measurement of water quality, air quality, and public perception interviews (60 respondents), and secondary data from the availability of green space obtained by using Quickbird imagery 2011. Each component are then calculated by using the calculation method of the Water Quality Index, Air Quality Index, Green Open Space Index, and Environmental Public Perception Index, which is further processed into a Mixed Environmental Quality Index. The results showed that the air quality in the study area classified as good, because the concentration of SO2 and NO2 in the air are below the threshold, so the value of Air Quality Index was quite good. The results for water quality showedconcentrations of contaminants in some points, such as nitrates, detergent, and E. coli were above the threshold, so the Water Quality Index value at some points relatively poor. Other components, such as the availability of green space and public perception showed that in every block in the study area, only 5 blocks of settlements that have a green open space with an area + 30% of the total area and most of the people in each settlement blocks have the knowledge and attitudes in supporting the environment. As the results, the MEQI calculation of residential environment in Kraton district indicates that environmental quality tends to be poor, primarily as a result of settlement density that high enough, seen from the distance between residential buildings which mostly are less than 1 meter.

Kata Kunci : Lingkungan Permukiman, Air Quality Index, Water Quality Index, Indeks Ruang Terbuka, Hijau, Indeks Persepsi Masyarakat Peduli Lingkungan, Mixed Environmental Quality Index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.