POTENSI TAPIOKA SEBAGAI AGEN BIOSIZING UNTUK BEBERAPA NOMOR BENANG COTTON
RHAESFATY GALIH PUTRI, Dr. Yudi Pranoto, STP., MP.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIANProses sizing adalah proses melapisi benang-benang yang akan ditenun dengan campuran kimia tertentu agar benang-benang tersebut menjadi tahan terhadap abrasi dan mampu ditenun dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Benang cotton mudah putus saat ditenun, sehingga diperlukan sizing untuk meningkatkan weave ability. Tapioka berpotensi menjadi agen biosizing yang lebih ramah lingkungan serta ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kanji yang memberikan karakteristik optimal pada nomor benang Ne 50, Ne 32, Ne21, Ne 20, Ne 10 dan Ne 7 cotton serta mengetahui pengaruh konsentrasi kanji dalam proses sizing terhadap karakteristik benang cotton sehingga dapat ditentukan nilai optimalisasi penggunaan tapioka. Penelitian dilakukan dengan perlakuan penganjian variasi konsentrasi kanji yaitu 10g/L, 20g/L, 30g/L, 40g/L dan 50g/L pada beberapa nomor benang cotton, pasta pati yang terbentuk diukur viskositasnya. Evaluasi benang yang telah mengalami proses sizing berupa kadar kanji terserap, kuat tarik benang dan elongasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sizing benang cotton dengan kanji konsentrasi 20g/L menghasilkan kuat tarik yang paling optimum pada benang bernomor Ne 50, Ne 32 dan Ne 21 dengan nilai viskositas 36,33 cP. Sedangkan pada benang Ne 20, Ne 10 dan Ne 7, penganjian benang dengan konsentrasi 30g/L menghasilkan kuat tarik yang paling optimum dengan nilai viskositas 66,83 cP. Variasi konsentrasi kanji mempengaruhi kadar kanji terserap dan kuat tarik benang, nilai elongasi benang secara umum tidak memiliki hubungan yang signifikan setelah benang mengalami sizing. Kata kunci: sizing, tapioka, benang cotton
Sizing is the process of coating the yarn that will be woven with particular chemical treatment in order to make the yarn become resistant to abrasion and has good weave ability. Cotton yarn is easily broken when woven, so sizing is required to improve the weave ability. Tapioca potentially become biosizing agent that is more environmentally friendly and economical. The aim of this study was to determine the concentration of tapioca which gave optimal characteristics on Ne 50, Ne 32, Ne21, Ne 20, Ne 10 and Ne 7 cotton yarns, and to know the effect of concentration of starch in sizing process on characteristics of cotton yarns. In this research, some numbers of cotton yarn were sized with different variation of starch concentration. The variations were 10g/L, 20g/L, 30g/L, 40g/L and 50g/L, viscosoties of the gelatinized starch was measured. Absorption levels, tensile strength and elongation from sized cotton yarns were analyzed. The result showed that sizing with starch concentration of 20g/L gave the optimum tensile strength on Ne 50, Ne 32 and Ne 21 cotton yarn with value of viscosity was 36,33 cP. On Ne 20, Ne 10 and Ne 7 cotton yarn, sizing with starch concentration of 30g/L gave the optimum tensile strength with value of viscosity was 66,83 cP. Variations in the concentration of starch have significant effect on starch absorption and tensile strength, elongation do not have significant relation on sized yarn. Key words: sizing, tapioca, cotton yarn
Kata Kunci : sizing, tapioka, benang cotton