Laporkan Masalah

ANALISIS TATA LETAK TERHADAP ALIRAN BATUBARA DAN SISTEM BACKUP UNTUK MENGURANGI RISIKO KEGAGALAN PADA COAL HANDLING UBP SURALAYA

MOHAMMAD ANDRIZA S, Agus Darmawan, ST., MS.

2014 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

PLTU Suralaya sebagai salah satu penyuplai kebutuhan listrik Jawa-Bali mengalami disefisiensi pada sistem material handling. Salah satunya batubara yang seringkali mengalami deadstock dan berakibat nilai batubara yang menurun. Hal ini berdampak pada suplai listrik yang tidak maksimal dan borosnya pengeluaran batubara sebagai sumber daya alam tidak terbarukan yang dikeluarkan oleh PLTU. Di dalam penelitian ini disajikan tata letak PLTU yang baru untuk dianalisis dan dihitung besar risiko kegagalan pada sistem. Penelitian ini menggunakan 2 skenario yang layout dibuat ulang dengan meletakan seluruh fasilitas yang lebih penting. Aliran dibuat langsung dan memiliki sistem FIFO. Hal itu mempermudah sistem untuk mengambil batubara tanpa perlu adanya penimbunan yang terlalu lama. Hasil layout kemudian dihitung nilai availabilitasnya dengan Fault Tree Analysis dan diambil yang terbaik. Selain itu sistem backup juga tersedia sehingga ketika terjadi kecelakaan, sistem memiliki performa untuk melakukan suplai listrik. Dari analisa kedua skenario diperoleh nilai availabilitas yang sama namun memiliki rerata lebih tinggi 0,003 dari model existing dan skenario 2 dipilih karena mampu menjangkau 12 lokasi lebih banyak dari skenario 1 di UBP Suralaya.

Steam power plant of Suralaya as one of electricity supplier needs in Java- Bali undergoes inefficiency through material handling system. One of those is coal facing dead stock and caused decreasing its value. It affects to electricity supply becoming un-maximum and wasteful of coal expense which used to be known as unrenewable energy. In this research, new layout of UBP Suralaya is given to be analyzed and quantified risk failure of system. This research uses two scnearios that layout is re-made by putting all more important facilities. Material flow is directly made and has FIFO system. It helps system to reclaim coal without long time stockpilling. Layout result is counted its availability by Fault Tree Analyis and taken the best one. Then backup system is available therefore when system faces accident, it can still perform to supply electricity. From both scenarios, availability value is quite same but still higher 0,003 from existing model and scenario 2 is choosen because it can raise more 12 locations than scenario 1 in UBP Suralaya.

Kata Kunci : Material handling, Relayout, deadstock, FIFO, Fault tree analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.