Laporkan Masalah

CULINARY PARK HOTEL Integrasi Kawasan Wisata Pantai Panjang Bengkulu

GERY DWI SAMUDRA, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch., IAI.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Indonesia merupakan wilayah kepulauan terbesar disekitar garis khatulistiwa, yang terdiri dari pulau besar dan kecil dengan jumlah 17.508 pulau dan memiliki garis pantai dengan panjang 81.000 km. Sudah barang tentu Indonesia memiliki kekayaan akan pantai dan lautan yang indah dengan berbagai sumber daya alamnya serta keanekaragaman suku dan budaya. Perkembangan pariwisata di Indonesia sedang mengalami kemajuan yang pesat, Industri pariwisata merupakan salah satu cara untuk memperoleh devisa Negara dan pengembangannya diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Bengkulu yang memiliki kekayaan alam pada pantai, tengah dalam pembangunan mencoba memperkenalkan kekayaan pariwisata daerah. Kekayaan pantai dan laut di Indonesia juga dapat menjadi bumerang tersendiri jika sebuah kawasan wisata pantai tidak memiliki keunikannya sendiri apalagi dengan pengolahan kawasan yang sembarangan. Untuk dapat bersaing pengembangan akomodasi menjadi peranan penting dalam pembangunan daerah pariwisata. Culinary Park Hotel penyatuan dua tipologi bangunan yaitu taman kuliner dan hotel yang berada di kawasan wisata Pantai Panjang, untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dari segi kuantitas dan kualitas desain. Penyatuan dua tipologi ini di harapkan dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan baik wisatawan daerah dan luar daerah. Dengan pendekatan integrasi kawasan, diharapkan Culinary Park Hotel dapat menghubungkan seluruh elemen yang ada pada kawasan guna meningkatkan kualitas kawasan wisata pantai panjang yang menjadi tujuan utama pariwisata di Kota Bengkulu bahkan Provinsi Bengkulu

Indonesia is considered as the biggest archipelago around equator, which is made of 17,508 islands, either big or small, and has a very long coastline reaching 81,000 km total. No wonder Indonesia is rich in beautiful beaches and oceanic resources, along with the diversity of tribes and culture. Tourism development in Indonesia is now growing so fast, so that tourism industry becomes one promising way to gain National Foreign Exchange and the development is expected to be able to improve Indonesian Economic Growth. Bengkulu, a city in Indonesia which it’s attraction point is in the beach, has been trying to represent themselves through the richness of their traditional tourism. Indonesian commodity of the beaches and ocean can be a boomerang in the future if every beach tourism area can’t be distinguished from the others, or without particular organizing. Therefore, in order to be able to compete nationally, accomodotion holds a very important role in traditional tourism development. Culinary Park Hotel is a combination between two building tipology, culinary park and hotel which is located on Pantai Panjang tourism area, for the purpose to attain accommodation needs from quantity and quality of design. This combination is expected to be able to accommodate either domestic or national tourist requirements. Using integration of site context and interconnective space as the main concept, hopefully this Culinary Park Hotel can connect every elements in this area so that Pantai Panjang tourism area as a main tourism destination in Bengkulu can be improved. Keywords: Culinary Park Hotel, tourism, area integration, interconnective space

Kata Kunci : Culinary Park Hotel, tourism, area integration, interconnective space


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.