KERENTANAN AIRTANAH UNTUK PENYIMPANAN LIMBAH RADIOAKTIF DEKAT PERMUKAAN DI DESA MUNCUL KECAMATAN SETU KOTA TANGERANG SELATAN
ENVIRA NUR UTAMI, Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc.
2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANLimbah radioaktif dengan tingkat radiasi rendah merupakan salah satu hasil dari kegiatan manusia sehari - hari. Karena sifatnya yang berbeda, maka diperlukan perlakuan khusus terhadap penyimpanan limbah radioaktif. Salah satunya adalah dengan melakukan studi mengenai kerentanan airtanah terhadap pencemaran. Karena airtanah juga merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga diharapkan dapat membantu pemilihan calon lokasi penyimpanan limbah yang paling tidak beresiko mencemari airtanah. Tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran terdiri dari kerentanan statis dan dinamis. Kerentanan statis hanya mempertimbangkan parameter kedalaman muka airtanah (D), curah hujan (R), media akifer (A), media tanah (S), lereng (T), sampak terhadap zona vadose (I), dan konduktivitas hidrolis akifer (C). Dan tingkat kerentanan dinamis airtanah mengikutsertakan parameter penggunaan lahan. Mayoritas area di Desa Muncul termasuk ke dalam tingkat kerentanan sedang berdasarkan indeks kerentanan statis airtanah. Sedangkan berdasarkan indeks kerentanan dinamis airtanah, mayoritas area di Desa Muncul tidak rentan terhadap peencemaran limbah radioaktif. Kata Kunci : DRASTIC, kerentanan airtanah, limbah, pencemaran
Low level radioactive waste is an output of human activity. Radioactive waste has a different characteristic than other kinds of waste, then it needs a special treatment like a research about groundwater vulnerability. Groundwater is a basic need for human, therefore it needs a proper place to store. Groundwater vulnerability divided into static and dynamic level. Static Groundwater vulnerability only consider with DRASTIC parameter such as depth of water table, recharge, aquifer media, soil media, topography, impact of vadose zone, and conductivity. While dynamic groundwater vulnerability also consider about land use. Based on static groundwater vulnerability, most of (75%) of the area (groundwater) in Desa Muncul counted as medium level of groundwater vulnerability. While based on dynamic groundwater vulnerability, most of (50%) of the area (groundwater) in Desa Muncul counted as not vulnerable. Key word : DRASTIC, groundwater vulnerability, waste, pollution
Kata Kunci : DRASTIC, kerentanan airtanah, limbah, pencemaran