PENGARUH ORIENTASI JARI DAN MUTU BAHAN BAKU TERHADAP SIFAT PEREKATAN SAMBUNGAN JARI KAYU JATI
WIJANARKO HERLAMBANG, Prof. Ir. T. A. Prayitno, M.For., Ph.D.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANFinger Joint Laminating (FJL) merupakan produk dari Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Cepu (KBM IKC) yang dapat meningkatkan nilai pemanfaatan kayu jati berdimensi kecil dan atau bergrade rendah. Pembuatan FJL di KBM IKC menggunakan orientasi jari horizontal. Nilai jual FJL didasarkan pada mutu bahan yang digunakan sesuai dengan SNI 01-7255-2006 tentang Kayu Bentukan. Selama ini, produksi FJL di KBM IKC belum didukung dengan data penelitian mengenai sifat perekatan sambungan jari dan perbandingan kekuatannya dengan kayu solid tanpa sambungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap pengaruh orientasi jari dan mutu bahan baku terhadap sifat perekatan sambungan jari kayu jati. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu orientasi jari (vertikal dan horizontal) dan mutu bahan (mutu B, C putih dan C doreng). Konfigurasi jari yang digunakan yaitu tip 0,7 mm, panjang jari 13 mm dan pitch 3 mm. Uji yang dilakukan adalah uji lengkung statik dengan dua titik beban pada kondisi kering dan kondisi setelah tiga kali siklus perendaman sesuai standar ASTM D-5572. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah polyvinyl acetate (PVAc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi orientasi jari dan mutu bahan terjadi pada nilai kerusakan kayu sampel uji rendam sambungan jari kayu jati. Nilai kerusakan terbesar terjadi pada sampel uji rendam sambungan jari vertikal mutu bahan B yaitu 54,44% sedangkan yang terkecil terjadi pada sambungan jari horizontal mutu C doreng yaitu 32, 37%. Faktor orientasi jari berpengaruh sangat nyata terhadap nilai MOR dan Efisiensi MOR sampel uji kering sambungan jari kayu jati di mana sambungan jari vertikal nilai rata-rata MOR dan Efisiensi MORnya lebih tinggi (35,07 N/mm2 dan 32,28%) daripada sambungan jari horizontal (25,54N/mm2 dan 22,85%). Sifat perekatan terbaik dimiliki oleh sambungan jari vertikal dengan mutu bahan B yang memiliki nilai MOR uji kering 34,77 N/mm2; Efisiensi MOR 32,01%; MOR uji rendam 29,89 N/mm2; Efisiensi MOR uji rendam 27,51%; MOE uji kering 11,57 kN/mm2; Efiesiensi MOE uji kering 90,78%; MOE uji rendam 9,148 kN/mm2; efisiensi MOE uji rendam 71,79%; nilai kerusakan kayu uji kering 38,78% dan nilai kerusakan kayu uji rendam 54,44%.
Finger joint laminating (FJL) is one of Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Cepu (KBM IKC) product which can increase utilization value of small piece and low grade teak wood stock. FJL board product at KBM IKC was using horizontal finger orentation. Economical value of this product is according to SNI 01 - 7255 - 2006 standard about visual quality of wooden moulding product. The production of FJL boad at KBM IKC was not supported by reseach data sheet about adhesion properties of finger-joint and its joint efficiency. This reseach investigate the influence of finger orientation and visual quality of wood material to adhesion properties of teak wood finger-joint. This research used Completly Randomized Design with two factor: finger orientation (vertical and horizontal) and visual quality of material (B, C white and C black streak). The finger configuration used in this research were 0,7 mm inner finger tips; 3,5 mm outer finger tips;13 mm finger length; 3,7 mm inner finger pitchs; and 5 mm outer finger pitchs. The adhesives used in this research was polyvinyl acetate (PVAc). The test used was two point load static bending test on dry and after three cycle soak conditions accordance to ASTM D 5722 standard. The result of this researh showed that the interaction between finger orientation and materials quality factor influenced to wood failure after soak test, with highest value of 54,44% at B quality vertical finger-joint and lowest value of 32,37% at C black streak horizontal finger-joint. Finger orientation significantly influenced to dry test MOR and MOR efficiency of finger joint with vertical finger orientation value (35,07 N/mm2 and 32,28%) higher than horizontal orientation value (25,54 N/mm2 and 22,85%). Best adhesion properties occured at B quality vertical finger joint that has 34,77 N/mm2 on dry test MOR; 32,01% on MOR efficiency; 29,89 N/mm2 on soak test MOR; 27,51% on soak test MOR efficiency; 11,57 kN/mm2 on dry test MOE; 90,78% on dry test MOE efficiency; 9,148 kN/mm2 on soak test MOE; 71,79% on soak test MOE efficiency; 38,78% on dry test wood failure and 54,44% on soak test wood failure.
Kata Kunci : Sambungan Jari, Kayu Jati, PVAc, Orientasi Jari, Mutu Bahan