PENGKAJIAN KEDALAMAN DAN KESELAMATAN SITUS PEMBUANGAN MORTAR LIMBAH STRONSIUM BERDASARKAN FENOMENA FISIS TEKANAN
DWI SUKMA PRATIWI, Ir. Suseto Hario Putero, M.Eng.
2014 | Skripsi | TEKNIK NUKLIRKegiatan pembuangan limbah radioaktif di laut sudah dilakukan sejak tahun 1940 hingga 1970. Hasil penelitian International Arctic Sea Assessment Project (IASAP) membuka penelitian berbagai bidang mengenai pembuangan limbah radioaktif di laut, salah satunya yaitu analisis keselamatan situs pembuangan dari fenomena fisis tekanan yang menghilangkan daya ikat mortar limbah stronsium dan tekanan hidrostatis laut. Tekanan hidrostatis laut berubah dan dipengaruhi oleh kedalaman laut. Sumber fenomena fisis tekanan berasal dari biota laut, keadaan laut, benda ciptaan dan aktivitas manusia, dan penumpukan mortar. Pengkajian dilakukan menggunakan metode penelitian literatur dan menggunakan data sekunder dari laporan penelitian yang telah ada. Sampel yang dikaji dalam penelitian adalah mortar limbah stronsium berbentuk silinder pejal, bervolume 0,661 m3, bermassa 255,6 kg, beraktivitas jenis 2x1010 Bq.kg-1, dan berkekuatan tekan mekanik 32,069 MPa hingga 41,232 MPa. Kedalaman maksimum yang dicapai sampel adalah 4.094 meter. Wilayah perairan Indonesia yang memiliki keragaman kedalaman hingga 4.094 meter adalah Laut Banda. Terdapat 9 sumber fenomena fisis yang dikaji, yaitu: (1) kebiasaan renang predator laut, (2) jasad predator di kawasan pelagic, (3) jasad predator di kawasan benthic, (4) jatuhan benda angkasa, (5) aktivitas penangkapan ikan, (6) aktivitas pengeboran laut dalam, (7) aktivitas lalu lintas kapal, (8) penumpukan sampel, dan (9) keadaan Laut Banda. Hasil pengkajian menetapkan fenomena fisis dalam poin 1 hingga 7 merupakan sumber fenomena fisis yang memberikan potensi hilangnya daya ikat mortar limbah stronsium. Sumber pada poin 1, 2, 3, 4, dan 6 tidak dapat diketahui probabilitas kejadian karena keberadaan sumber bersifat normal terjadi (1, 2, dan 3) dan terbatasnya informasi yang dapat diakses dan tersedia (4 dan 6). Probabilitas kejadian terbesar ditemukan dalam aktivitas lalu lintas kapal sebesar 0,014.
Any deliberate of waste dumping in the ocean started on 1940 until 1970. The result of International Arctic Sea Assassment Project (IASAP) was open up many fields of research regarding the disposal of radioactive in the sea, for example are analysis of disposal site safety that removes a holding capacity of mortar strontium waste, and hydrostatic pressure. The hydrostatic pressure is changed and influenced by depth of sea. The source of physical pressure phenomena come from marine life, sea-state, man-made creation and activity, and mortar’s accumulation. The study was conducted using literature research methods and using secondary data from existing research report. The sample on this study was mortar strontium waste that has form solid cylinder, volume 0.1661 m3, mass 255.6 kg, specific activity 2x1010 Bq.kg-1, and mechanical compressive strength 32.069-41.232 MPa. Maximum depth reached in 4,094 meters is The Banda Sea. There are 9 sources of physical phenomena than have been studied, namely: (1) marine’s life swimming habit, (2) dead body of predator on pelagic, (3) dead body of predator on benthic, (4) celestial and aircraft fall-out, (5) fishing activity, (6) deep-sea drilling activity, (7) ship traffic activity, (8) sample’s accumulation, (9) Banda Sea’s state. The result showed that 7 sources of physical phenomena have potency to remove a holding capacity of mortar strontium waste. The probability of occurrence of source on source 1, 2, 3, 4, and 6 are unknown because a natural presence (1st, 2nd, and 3rd source) and limited information that can be accessed (4th, and 6th sourcce). The greatest probability of occurrence is found on ship traffic activity by 0.014.
Kata Kunci : ocean dumping, limbah tingkat sedang, biota laut, aktivitas laut, dan Laut Banda