PENGARUH INKORPORASI METRONIDAZOLE PADA MEMBRAN GELATIN-CHA TERHADAP PROLIFERASI SEL FIBROBLAS (Kajian in vitro dengan MTT assay)
RADEN REVITA YOSITA IYOS, drg. Ika Dewi Ana, Ph.D.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIPenanganan akumulasi bakteri pada periodontitis dapat ditangani salah satunya dengan antibiotik metronidazole. Aplikasi metronidazole dengan menggunakan membran gelatin sebagai pembawa obat akan mengontrol pelepasan obat sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan mengurangi toksisitas metronidazole. Mekanisme pelepasan obat yang terkontrol disebut dengan teknologi DDS (drug delivery system). Masalah resorpsi tulang alveolar yang terjadi pada periodontitis dapat ditangani salah satunya dengan pemberian bahan graft tulang yaitu karbonat apatit (CHA). Inkorporasi metronidazole ke dalam membran gelatin-CHA diharapkan dapat menjadi alternatif perawatan periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inkorporasi metronidazole dengan membran gelatin-CHA terhadap proliferasi sel fibroblas sehingga dapat diketahui aspek biokompatibilitas membran gelatin-CHA sebagai pembawa metronidazole terhadap sel hidup. Embedding larutan metronidazole sebanyak 3 μl dengan konsentrasi 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dilakukan pada membran gelatin-CHA berdiameter 5 mm. Baik kelompok perlakuan (membran gelatin-CHA yang telah dilakukan embedding larutan metronidazole berbagai konsentrasi) maupun kelompok kontrol (berupa membran gelatin-CHA tanpa metronidazole) dikontakkan dengan sel fibroblas. Proliferasi sel dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol diamati menggunakan MTT assay dengan panjang gelombang 550 nm dan mikroskop cahaya perbesaran 100x selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Data hasil pengamatan berupa optical density (OD) kemudian dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan inkorporasi metronidazole pada membran gelatin-CHA terhadap proliferasi sel fibroblas (p>0,05). Peningkatan konsentrasi metronidazole yang dimuatkan ke dalam membran gelatin-CHA tidak menurunkan kemampuan proliferasi sel fibroblas. Dengan demikian, dosis optimum metronidazole dapat diaplikasikan pada kasus periodontitis dengan teknologi DDS menggunakan membran gelatin-CHA. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kemampuan pemuatan optimum membran gelatin-CHA terhadap metronidazole.
In dentistry, clinician struggles against anaerobic bacterial infection and to some extent progressive alveolar destruction such as in periodontitis. Controlled release technology, known as drug delivery system, using carbonate apatite (CHA) graft may solve the problems related to alveolar bone resorption caused by periodontitis. The aim of this research was to investigate the influence of metronidazole incorporation into gelatin-CHA membrane on the fibroblast proliferation. Metronidazole solution in 0,05, 0,1 and 0,2 % (3 μL) were incorporated into gelatin-CHA membrane with 5 mm diameter. The gelatin-CHA membranes incorporated with metronidazole as well as gelatin-CHA membarane without metronidazole were cultivated in fibroblast cells. Fibroblast proliferation was observed after 24, 48 and 72 hours cultivation using MTT assay at 550 nm and light microscopy. The optical density obtained from MTT assay was analyzed statistically using One-way Analysis of Variance. The results show that there were no significant differences on fibroblast proliferation with or without incorporation of metronidazole (p>0,05). The increased concentration of metronidazole loaded into gelatin-CHA membranes did not affect the rate of fibroblast proliferation, showing that optimum dosage of metronidazole for periodontitis treatment may be achieved by DDS technology. Further investigation is needed to measure optimum capacity of gelatin-CHA membranes to load metronidazole.
Kata Kunci : Metronidazole, gelatin, karbonat apatit (CHA), pelepasan obat, sel fibroblas, proliferasi