PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI JABON MERAH (Anthocephallus macrophyllus Havil) SAMPAI UMUR 4 BULAN
GANDHES WENING TYAS, Ir. Sukirno Dwiasmoro Prianto, MP.
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANPemupukan pada bibit jabon merah (Anthocephallus macrophyllus Havil) sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan serta meningkatkan mutu dan kualitas bibit jabon merah. Bibit yang bermutu dan berkualitas dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi bibit, diameter batang yang besar dan jumlah daun yang banyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk NPK dan naungan terhadap pertumbuhan tinggi jabon merah (Anthocephallus macrophyllus Havil). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), di Purwobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta, selama kurang lebih 2 bulan. Rancangan penelitian menggunakan Completely Randomized Design (CRD) dengan perlakuan sebagai berikut: 1. Petak utama (main plot) dalam penelitian ini adalah faktor naungan yaitu (1) terbuka dan (2) ternaung 50%; 2. Anak petak (sub plot) adalah faktor dosis pupuk NPK yang terdiri atas 4 faktor, yaitu dosis (1) D1 = 0 gram; (2) D2 = Dosis 0,8 gram; (3) D3 = Dosis 1,6 gram; (4) D4 = Dosis 2,4 gram. Setiap kombinasi perlakuan digunakan sampel semai sebanyak 9 (setiap perlakuan terdiri atas 1 semai, dan 2 tempat yaitu terbuka dan ternaung, masing-masing tempat terdiri dari 36 semai sehingga jumlah pengamatan sebanyak 72 semai) ditempatkan secara acak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 5% dan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis varians dosis pupuk terhadap tinggi semai jabon merah pada tingkat naungan berbeda memberikan pengaruh yang nyata. Jabon terbukti merupakan jenis yang suka cahaya bahkan sejak awal pertumbuhannya. Rerata pertumbuhan tinggi yang paling baik ditunjukkan oleh perlakuan dosis pupuk 0 gram dalam naungan 0 %. Sedangkan rerata pertumbuhan tinggi yang paling rendah ditunjukan oleh perlakuan dosis pupuk D4 = Dosis 2,4 gram dalam naungan 50 %. Diduga pemberian pupuk terlalu dini setelah penyapihan sehingga efeknya terhadap peningkatan pertumbuhan semai justru negatif.
Fertilization on seedling red jabon (Anthocephallus macrophyllus Havil) is needed to accelerate growth and improve the quality and seed quality red jabon. Seedling quality and quality can be seen from the high growth of seedlings, stem diameter and number of leaves were large lot. This study was conducted to determine the effect of NPK fertilizer and shading on the growth red high jabon (Anthocephallus macrophyllus Havil). The research was conducted at the Center for Biotechnology and Forest Tree Improvement (BBPBPTH), in Purwobinangun,Pakem, Sleman, Yogyakarta, for approximately 2 month. The study design used Completely Randomized Design (CRD) with treatments as follows: 1. Main plots in this study is the shade factor that is (1) open and (2) shaded 50%; 2. Subplots is a factor of NPK fertilizer consisting of 4 factors, the dose (1) D1= 0 grams; (2) D2= dose of 0,8 grams; (3) D3 dose = 1,6 grams; (4) D4 = dose of 2,4 grams. Each combination of treatment is used as much as 9 seedling samples (each) consisting of 36 seedling so that the number of observation were 72 seedlings were placed randomly. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a confident level of 5% and a further test with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Result of analysis of variance of high doses of fertilizer on seedling jabon different shade of red on the level of real influence. Jabon proved to be a kind that likes to light even from beginning of its growth. The mean height growth is best exemplified by fertilizer treatment in the shade 0 grams in 0% shade. While the average height growth indicated by the lowest dose of fertilizer treatmenr D4 = 2,4 grams dose in 50% shade. Allegedly the provision of fertilizer too early after weaning so that is effect on seedling gowth actually negative.
Kata Kunci : Semai, Jabon merah, Naungan, Pupuk NPK