Laporkan Masalah

ANALISIS KONSUMSI ENERGI BUS LISTRIK TRAYEK YOGYAKARTA-SURAKARTA

YUSUF ARIFIN, Dr. Ir. Andang Widi Harto, M.T.

2014 | Skripsi | FISIKA TEKNIK

Tingginya mobilitas masyarakat modern membutuhkan komponen pendukung berupa sarana transportasi yang mampu mencukupi kegiatan masyarakat. Sektor tranportasi yang masih mengandalkan bahan bakar minyak tersebut juga merupakan penyumbang polusi gas CO2 yang mengakibatkan efek gas rumah kaca. Berdasarkan kondisi tersebut, peneiliti merancang sebuah analisis konsumsi energi bus listrik trayek Yogyakarta-Surakarta dengan harapan dapat menjadi ide awal dalam pengembangan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi di Indonesia. Pada penelitian dilakukan pengukuran siklus berkendara trayek Yogyakarta-Surakarta menggunakan GPS Garmin 76CSX untuk mendapatkan parameter-parameter yang selanjutnya digunakan untuk perhitungan konsumsi energi bus listrik. Hasil perhitungan konsumsi energi bus listrik dibandingkan dengan konsumsi energi bus ICE sehingga diketahui jenis bus manakah yang membutuhkan lebih sedikit energi. Hasil pengukuran siklus berkendara (driving cycle) pada trayek Yogyakarta-Surakarta adalah grafik siklus berkendara dan parameter kinematik berupa jarak tempuh 135,35 km, waktu tempuh 14845 s, kecepatan rata-rata 32 km/jam, dan kecepatan maksimum 94,93 km/jam. Perhitungan konsumsi dilakukan melalui pemodelan dinamik menggunakan data siklus berkendara sehingga diperoleh konsumsi energi total bus listrik sebesar 2,702-3,209 kWh/km dan konsumsi energi bus ICE 4,850 kWh/km. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bus listrik membutuhkan lebih sedikit energi dibandingkan dengan bus ICE. Kata kunci: bus listrik, bus ICE, siklus berkendara,energi, driving cycle

The mobility of modern society requires a supporting component which is capable to meet transportation commmunity activities. Transportation sector, which still relies on fossil fuels also contributes to CO2 pollution that resulting to greenhouse effect. Based on these conditions, this study designed an energy consumption analysis of the electric bus in Yogyakarta-Surakarta route in hopes of becoming the initial idea in the development of mass transportation that is more energy efficient and environmentally friendly in Indonesia. In this study, measurement of driving cycle in Yogyakarta-Surakarta route is performed by using Garmin GPS 76SCX to obtain further parameters for calculation of electric bus energy consumption. Results of electric bus energy consumption calculation will be compared to the ICE bus energy consumption calculation in order to know which type of bus requires less energy. Results of driving cycle masurement in Yogyakarta-Surakarta route was a graph of driving cycles and kinematic parameters such as 135,35 km mileage, 14845 s travel time, 32 km/h average speed, and a maximum speed on 94,93 km/hours. Energy consumption calculation is done by dynamic modeling through driving cycle data to obtain the total energy consumption of bus. The result energy consumption of electric bus was 2,702 to 3,209 KWh / km and the energy consumption of ICE bus was 4,850 kWh / km. These results indicate that the electric buses require less energy than the ICE bus. Keywords: electric bus, ICE bus, driving cycle, energy

Kata Kunci : bus listrik, bus ICE, siklus berkendara,energi, driving cycle


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.