ANALISIS KELEMBAGAAN PROGRAM SERTIFIKASI HUTAN RAKYAT DI KOPERASI TAMAN WIJAYA RASA KABUPATEN KEBUMEN
ARIYANTI KURNIA DEWI, Wiyono T. Putro, S.Hut., M.Si.
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANSelama ini adanya program sertifikasi kayu di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengelolaan kayu terutama di hutan rakyat. Sertifikat tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas penjualan kayu hutan rakyat. Dalam pembuatan sertifikat tersebut petani hutan rakyat tidak memiliki dana yang cukup. Oleh karena itu dibentuklah kelompok-kelompok tani yang kemudian membuat sebuah kelembagan yaitu koperasi yang diharapkan dapat membantu dalam mendapatkan sertifikasi tersebut. Akan tetapi informasi mengenai peran kelembagaan dalam pengelolaan hutan rakyat sangat terbatas, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut terhada[ kelembagaan dan peran serta masingmasing stakeholder dalam menjalankan sertifikasi hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan kelembagaan dalam sertifikasi hutan rakyat. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Koperasi Kostajasa yang terletak di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan berupa wawancara mendalam kepada beberapa stakeholder yang terlibat secara langsung dalam kelembagaan sertifikasi hutan rakyat. Data pendukung lainnya berasal dari dokumen mengenai kelembagaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan program sertifikasi hutan rakyat ini dinilai masih sangat kurang. Pengelolaan sertifikasi hutan rakyat masih bersifat individu. Kurangnya pengetahuan akan pentingnya sertifikasi hutan rakyat menyebabkan program tidak berjalan dengan lancar. Lembaga ini masih belum dapat berdiri secara mandiri terutama dalam masalah pendanaan untuk program sertifikasi hutan rakyat. Kurangnya dana yang dimiliki menyebabkan lembaga Koperasi Kostajasa tidak dapat memperpanjang program sertifikasi hutan rakyat yang berakhir pada tanggal 1 Juni 2014.
The presence of timber certification program in Indonesia gives effect on timber management especially in community forests. The certificate is important to increase community forests’ selling quality. Workers from community forests do not have enough budgets in making certificates. Therefore groups of land workers are made later to form a cooperative company which is expected to help in making the certificate. However, the information about the company in managing community forests is limited. The company requires further assessment for the role and each stakeholder to execute the timber certification. The purpose of analysis is to know the model of timber certification management in the institution. This analysis takes place in Koperasi Kostajasa located in Kabupaten Kebumen. It uses in-depth interview method to some stakeholders that directly involved in the timber certification institution. Other additional datas are taken from the institutional documents. The result of analysis shows community forests certification institutional program is yet lacking. Community forests certification management is still individual. The lack information of how important the certification causes the program does not work properly. The institution has not yet stand independent in terms of funding the community forests certification program. Koperasi Kostajasa cannot extend the certification program which ended on June 1st 2014 due to lack of funding.
Kata Kunci : kelembagaan, stakeholder, sertifikasi, hutan rakyat