PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RUANG RAWAT INAP PASIEN SECARA NIRKABEL DAN REALTIME
RIZKA YULIANA, Nazrul Effendy., ST., MT., Ph.D
2014 | Skripsi | FISIKA TEKNIKMenurut ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Airconditioning Engineers), kenyamanan termal merupakan perasaan dimana seseorang merasa nyaman dengan keadaan temperatur lingkungannya, yang dalam konteks sensasi digambarkan sebagai kondisi dimana seseorang tidak merasakan kepanasan maupun kedinginan pada lingkungan tertentu. Kenyamanan termal pada pasien rumah sakit merupakan faktor pendukung penyembuhan pasien. KepMenKes No. 1204/MenKes/SK/X/2004 menetapkan standar mutu udara dalam ruang rawat inap adalah pada temperatur ruang 22 ËšC higga 24 ËšC dengan kelembaban 45% hingga 60%. Pada perancangan sistem pemantauan ini, digunakan sensor DHT11 untuk mendeteksi temperatur dan kelembaban ruang. Sensor ini dihubungkan pada mikrokontroler Arduino dan XBee pengirim yang bertugas mengirimkan data melalui XBee perantara ke XBee penerima yang dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino lalu ditampilkan pada serial monitor perangkat lunak IDE (Integrated Development Environment) Arduino. Pengujian sistem pemantauan ini menunjukkan bahwa dengan penambahan router, jarak pancar XBee pada outdoor yaitu 66.5 m, pada indoor yaitu 37.6 m dengan melampaui 5 dinding, dan antar lantai mencapai 2 lantai dengan jarak 6.8 m .
According to ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Airconditioning Engineers), thermal comfort is a feeling when someone feels comfortable with the temperature state of the environment, which in the context of sensation described as a condition of person feeling neither too hot nor cold in a certain environment. Thermal comfort of patients in hospital is a support factor for the healing of patients. KepMenKes No. 1204/MenKes/SK/X/2004 sets the quality standard of air in the ward is at 22 ËšC to 24 ËšC with 45% to 60% humidity. A DHT11 sensor is used for detecting of temperature and humidity measurement. The sensor is connected to the microcontroller of Arduino and XBee as data sender for transmitting data through XBee router to XBee receiver which is connected to the microcontroller of Arduino. Then, the data will be displayed on a serial monitor of Arduino IDE (Integrated Development Environment) software. The testing of the monitoring system shows that by using the additional router, the XBee transmit distance is 66.5 m outdoor, 37.6 m indoor through 5 walls, and through 2 floors with the distance of 6.8 m.
Kata Kunci : Temperatur, kelembaban, Arduino, XBee, DHT11