NODO GA KAWAITA†DAN “AME TAMA†KARYA UURII ORUREBU DAN NIIMI NANKICHI
RINDI SUSILOWATI, Santi Andayani, S.S., M.A.
2014 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANGTugas Akhir ini merupakan terjemahan cerita pendek Jepang yang berjudul “Nodo ga Kawaita†karya Uurii Orurebu dan “Ame Tama†karya Niimi Nankichi. Alasan penulis mengambil cerita tersebut karena mengandung unsur humor dan cerita tersebut memiliki pesan moral. Selain itu, terjemahan tersebut belum pernah diterjemahkan. Dalam menerjemahkan cerita ini, penulis menggunakan metode komunikatif, yaitu metode yang mempertahankan makna kontekstual yang tepat dari bahasa aslinya sehingga hasil terjemahannya mudah dipahami pembaca. Cerita pendek yang berjudul “Nodo ga Kawaita†bercerita tentang masa kecil seorang anak laki-laki yang tinggal di satu asrama. Mereka kehausan dan berebut air karena tinggal di daerah yang kering dan panas. Cerita yang kedua berjudul “Ame Tamaâ€, bercerita tentang seorang ibu dan kedua anaknya yang bertemu dengan seorang samurai di atas kapal. Pesan moral yang terkandung dalam cerita “Nodo ga Kawaita†adalah sesama teman harus rukun, saling menghargai, sedangkan pesan moral yag terkandung dalam cerita “Ame Tama†adalah jangan menilai orang dari penampilan luarnya, dan saling berbagi dengan apa yang kita punya.
This final paper is a translation of Japanese short stories titled “Nodo ga Kawaita†by Uurii Orurebu and “Ame Tama†by Niimi Nankichi. The reason why the writer choose those stories is not only because those stories are amusing, but because the moral value they have. Besides, those stories have not been translated yet. During the translation process, the writer use a communicative method. It is a method that keeps the contextual meaning of the source language, so the target language will be easy to understand by the readers. The short story wich title is “Nodo ga Kawaita†tells about a childhood story of a litle boy who lived in a dormitory. They were thirsty and fought for water because the lived in a barren place. The second story, “Ame Tama†tells about a mother and her childrens who met a samurai on a ship. The moral value of “Nodo ga Kawaita†are: we must be friendly with others and respect to others. While, the moral value of the second story “Ame Tama†are: do not judge a book by its cover and we must share with others.
Kata Kunci : Terjemahan, Nodo ga Kawaita, Ame Tama, Uurii, Niimi, metode komunikatif.