Laporkan Masalah

PERAN PEMBERIAN GIZI TAMBAHAN TERHADAP ASUPAN MAKAN DAN PERUBAHAN BERAT BADANPASIEN RAWAT INAP

YESSY MONICA SIHALOHO, Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes.

2014 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Kasus malnutrisi banyak ditemukan pada pasien rawat inap. Ketidakcukupan asupan energi dan protein pada pasien selama dirawat inap merupakan kontributor penting bagi berkembangnya defisiensi zat-zat gizi, peningkatan resiko komplikasi, dan kematian. Malnutrisi yang terjadi pada pasien-pasien di rumah sakit dapat diatasi melalui pemberian dukungan terapi gizi yang optimal dan tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi gizi sejak dini dapat meningkatkan berat badan dan memperbaiki nafsu makan. Hasil studi lain juga menunjukkan bahwa pemberian makanan tambahan berupa telur dan susu sebagai bentuk terapi gizi mampu menambah berat badan pasien Schizoprenia. Tujuan: Untuk mengetahui peran pemberian gizi tambahan terhadap asupan energi, asupan protein, serta perubahan berat badan pasien rawat inap. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian kohort prospektif. Subjek yang mendapatkan gizi tambahan baik itu berupa lauk ekstra maupun lauk ekstra dan susu dimasukkan dalam kelompok tidak terpapar (non exposed) dan subjek yang tidak mendapatkan gizi tambahan sebagai kelompok terpapar (exposed). Berat badan pasien ditimbang diawal dan akhir perawatan, dan asupan makannya dimonitoring sampai perawatan selesai. Hasil: Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April – Mei 2014 dengan melibatkan 129 subjek yang terbagi dalam kelompok terpapar (63 subjek) dan kelompok tidak terpapar (66 subjek). Hasilnya menunjukkan bahwa rerata asupan energi dan asupan protein kelompok yang mendapatkan gizi tambahan lebih tinggi daripada kelompok yang tidak mendapatkan gizi tambahan. Kelompok yang mendapatkan gizi tambahan juga mengalami peningkatan berat badan sebesar 0,63 kg, sedangkan kelompok yang tidak mendapatkan gizi tambahan tidak mengalami peningkatan maupun penurunan berat badan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian gizi tambahan memiliki peran yang signifikan terhadap asupan energi dan perubahan berat badan (p<0,05), namun tidak memiliki peran yang signifikan terhadap asupan protein (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian gizi tambahan berperan signifikan terhadap asupan energi dan perubahan berat badan pasien (p<0,05), namun tidak berperan signifikan terhadap asupan protein. Adapun jenis gizi tambahan yang didapatkan subjek dalam penelitian ini berupa lauk ekstra dan susu.

Background: Malnutrition cases are common in hospitalized patients. Insufficiency intake of energy and protein during hospitalization period are important factors in causing nutrients deficiency, an increased complication risk, and mortality. Malnutrition that occurs in hospitalized patients be overcome by providing optimal and proper nutritional therapeutic support. Some researches showed that early nutrition therapy can improve appetite and body weight. Moreover, another study found that supplementary feeding such are eggs and milks are able to gain body weight of Schizophrenia patient. Objective: To determine the role of supplementary feeding on Energy-Protein intake and body weight changes in hospitalized patients in RSUD Sleman Methods: This study was implemented from April-May 2014, 129 subjects divided into exposed group (63 subjects) and unexposed group (66 subjects). The result showed that the average of energy and protein intake in unexposed group was higher than the exposed group. The average of body weight improvement in unexposed group was 0.63 kg, meanwhile the body weight in unexposed group neither increased nor decreased. Results: This study was carried out from April to May 2014, with 129 subjects which divided into exposed group (63 subjects) and unexposed group (66 subjects). The results showed that the average of energy and protein intake in unexposed group got higher than the exposed group. The weight of unexposed group also increased of 0.63 kg, while the exposed group that didn’t receive supplementary feeding didn’t get an increase or decrease in weight. Multivariate analysis showed that supplementary feeding has a significant role on energy intake and body weight change(p <0.05), but has no significant role on protein intake(p>0.05). Conclusion: Supplementary feeding gives a significant role on energy intake and body weight improvement (p<0,05), but not gives a significant role on protein intake. Supplementary foods in this study are extra side dishes and milk.

Kata Kunci : Gizi tambahan, asupan makan, perubahan berat badan, rawat inap


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.