IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT OLEH LMDH MUSTIKA JATI, DESA GETAS, KECAMATAN KRADENAN, KABUPATEN BLORA, PROVINSI JAWATENGAH
KENAS WARINGGA DEWI, Ir. Djuwadi, MS.
2014 | Skripsi | KEHUTANANSistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan suatu usaha memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan hutan yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan (Perhutani), stakeholder dan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Proses implementasi PHBM tidak lepas dari kendala dan hambatan baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi dan dinamika sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Desa Getas, serta memberikan rekomendasi alternatif pengembangan sistem PHBM di Desa Getas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman dan menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini dilakukan di Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora pada bulan Mei-Juli 2014 mulai dari pengambilan data hingga penyusunan laporan. Hasil yang diperoleh adalah tahapan proses implementasi PHBM meliputi sosialisasi, membangun kesepahaman, identifikasi kelembagaan, pembentukan LMDH, pembentukan Forum Komunikasi, perjanjian kerjasama, penyusunan rencana serta pelaksanaan PHBM, implementasi PHBM oleh LMDH Mustika Jati sudah berjalan 7 tahun, namun belum menunjukkan hasil yang optimal dan masih terkesan jalan ditempat, dari hasil analisis SWOT teridentifikasi adanya faktor internal yang paling berpengaruh terhadap kegiatan PHBM di Desa Getas yaitu sumber daya manusia yang tersedia banyak akan tetapi dengan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah. Faktor eksternal yang berpengaruh besar adalah tingginya keinginan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan akan tetapi kesadaran masyarakat untuk mengerjakan lahan masih labil dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PHBM masih rendah, sehingga diperlukan strategi berupa pendekatan kepada masyarakat untuk pengembangan SDM dan pembangunan kesadaran masyarakat.
A Joint Forest Management (PHBM) system was an effort to empower society in managing forest aimed to improve company (Perhutani) income, stakeholders and forest village society welfare. A PHBM implementation process related to obstacles both internally and externally. This research was aimed to know an implementation process and dynamics of a Jointly Forest Management in Getas Village Head and also to deliver an alternative recommendation of PHBM system development in Getas Village Head. This research used a quantitative approach by a data gathering technique i.e. interview, observation and a literature study. The analysis was conducted descriptive qualitatively using a qualitative data analysis according to Miles and Huberman and using a SWOT analysis. This research was conducted in Getas Village Head, Kradenan District, Blora Regency, Central Java on May-July 2014 ranging from data collection to the preparation of report. Based on this research result, a PHBM implementation process stage covered socialization, build understanding, identify institution, establish LMDH and communication forum, co-operation agreement planning and also PHBM enforcement, PHBM implementation in Getas Village Head by LMDH Mustika Jati had run 7 years, but it had not shown an optimal result and seemed static, from a SWOT analysis result it identified most affecting internal factor towards PHBM activity in Getas Vilage Head namely a lot of human resources available but their quality was still poor, meanwhile, most affecting external factor was the high of society desire to improve their welfare, however society awareness to exploit field was still labile and their participation in PHBM enforcement was still low. Therefore, it is needed a strategy i.e. approach to society to develop human resources and society awareness.
Kata Kunci : PHBM, implementasi, SWOT