Laporkan Masalah

PERBANDINGAN UNJUK KERJA GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL DENGAN VARIASI JUMLAH LILITAN STATOR

RUDY DHARMAWAN, Dr. Eng. F. Danang Wijaya, ST., MT.

2014 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah lilitan stator pada generator magnet permanen fluks aksial, dengan tujuan untuk meningkatkan performa dari generator. Generator yang digunakan adalah generator sinkron magnet permanen fluks aksial rotor ganda stator tunggal milik laboratorium Teknik Tenaga Listrik TE UGM. Metode yang dilakukan yaitu dengan memodifikasi bagian stator yaitu dengan mengubah jumlah lilitan stator. Jumlah lilitan semula adalah 110, kemudian dibuat stator baru dengan jumlah lilitan 220 tanpa menambah diameter luar koil. Pengujian skala laboratorium dilakukan. Motor induksi digunakan sebagai penggerak utama dan variable resistance sebagai beban. Hasil menunjukkan tegangan mengalami peningkatan yaitu dari tegangan semula rata-rata 18,35 volt pada tiap fase, menjadi 30,27 volt pada fase R, 30,42 volt pada fase S, dan 30,21 volt pada fase T pada frekuensi 50 Hz,. Daya maksimum yang dapat diuji meningkat menjadi 43,75 watt pada frekuensi 50 Hz. Regulasi tegangan menunjukkan hasil yang sama, berarti jatuh tegangan yang terjadi akibat turunnya kecepatan putar lebih besar. Drop tegangan lebih besar akibat bertambahnya panjang tembaga, namun menghasilkan kurva effisiensi yang lebih baik.

This study was conducted to determine the effect of the number of windings on the stator axial flux permanent magnet generator, with the goal to improve the performance of the generator. Generator which is used is an axial flux permanent magnet synchronous generator with double rotor and single stator owned by Laboratorium Teknik Tenaga Listrik TE UGM. The method has been done by modifying the stator part, changing the number of stator winding. The number of the original coil is 110. A new stator with number of windings 220 is made without increasing outside diameter of coil. Laboratory scale testing has been done. An induction motor is used as prime mover and a variable resistance as load. The results showed the voltages increased from average voltage of each phase 18.35 volt to 30.27 volt at phase R, 30.42 volt at phase S, and 30.21 volt at phase T at a frequency of 50 Hz. The maximum 3 phases power that can be tested increased to 43.75 watts at a frequency of 50 Hz. Voltage regulation showed similar results, means greater voltage drops due to drop in rotational speed happened. The results also showed larger voltage drop due to increased length of copper, but produced better efficiency curve.

Kata Kunci : fluks aksial, generator sinkron, lilitan stator, magnet permanen, putaran rendah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.