KAJIAN POTENSI MATAAIR DI KAWASAN KARST, GUNUNGKIDUL: (Kasus : Kecamatan Panggang
ADHITYO HARYADI, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.
2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANMataair yang banyak terdapat di kawasan karst Gunungkidul merupakan potensi sumberdaya air yang tidak dapat diabaikan. Morfologi dan litologinya yang khusus menjadikan mataair di kawasan ini memiliki perbedaan karakter kuantitas maupun kualitas. Banyak penduduk di daerah kering seperti di Gunungkidul menjadikan mataair sebagai salah satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan air. Maka perlu dilakukan kajian untuk mengetahui karakter kuantitas dan kualitas mataair di kawasan karst Gunungkidul, persebaran mataair, serta potensinya untuk memenuhi kebutuhan air penduduk di masa yang akan datang. Metode survey dominan dilakukan dalam penelitian ini. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel mataair yang diujikan di laboratorium dan penentuan responden untuk diwawancara. Penelitian ini bersifat deksriptif dan komparatif. Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atas kondisi dan karakteristik maataair. Analisis komparatif digunakan untuk membandingkan dan mengklasifikasikan sifat fisik dan kimia mataair dari hasil analisis laboratorium dengan baku mutu air yang ada. Proyeksi dilakukan untuk mengetahui seberapa lama kuantitas mataair dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Pada akhirnya penelitian ini menunjukkan hasil bahwa persebaran mata air di Kecamatan Panggang tidak merata, 6 dari 11 mata air berada di Desa Girisuko dan sisanya tersebar di Desa Giriharjo, Giriwungu dan Girikarto. Tipe mataair di Kecamatan Panggang yaitu mataair kontak, Emergence dan Exsurgence. Secara kuantitas, debit hariannya mencapai total 20.319,9 m3 yang secara potensial mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kecamatan Panggang hanya sampai tahun 2028. Secara kualitas, air dari mataair didominasi oleh tingginya unsur kalsium (Ca2+) (170 – 108 mg/l), magnesium (Mg2+) (5 – 53 mg/l), kebasaan (HCO3 -) (40 – 256 mg/l) dan kesadahan (CaCO3) (200 – 435 mg/l). Tingginya unsur kalsium, magnesium dan kesadahan masih dapat ditolerir dengan perlakuan tertentu yaitu mengendapkan zat tersebut sebelum dikonsumsi. Kata kunci : Mataair, Karst, Ketersediaan air, Kemampuan air.
Springs that are found in Gunungkidul karst region is potential water resources that can’t be ignored. Springs in this region have different character of quantity and quality because of its specific morphology and lithology. A lot of resident in arid region like Gunungkidul, are enact spring as one of fount to meet their needs. So, it is necessary to do a study to know the character of quantity and quality of springs in karst region at Gunungkidul, springs distribution, and its potential to fulfill water needs of resident in the future. Survey method is dominant in this research. Purposive sampling method used to springs sampling which are taken to laboratory testing and respondent sampling which are be interviewed. The research is descriptive and comparative. Descriptive analysis is used to describe the condition and characteristic of springs. Comparative analysis is used to compare and classify physical and chemical feature of springs from the result of laboratory test. Projection is performed to determine how long springs quantity can fulfill water needs. At last, this research resulted that the springs in Panggang District are unevenly distributed, 6 of 11 springs are located at Girisuko, and the others spreads in Giriharjo, Giriwungu and Girikarto. Type of springs in Panggang District is contact, emergence and exsurgence. In quantity, daily discharge reach out total 20,319.9 m3 that potentially can be able to fulfill Panggang District’s resident water needs until 2028. In quality, water of springs dominate by high element of calcium (Ca2+) (170 – 108 mg/L), magnesium (Mg2+) (5 – 53 mg/L), and hardness (CaCO3) (200 – 435 mg/L). The height of the element (calcium, magnesium and hardness) can be tolerated by treatments that is deposit its element before consumed. Keyword : springs, karst, water supply, springs ability
Kata Kunci : Mataair, Karst, Ketersediaan air, Kemampuan air