Laporkan Masalah

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn) TERHADAP ZONA RADIKAL Candida albicans IN VITRO

NINDY REVITA LAURENTIA, drg. Supriatno, M.Kes., MDSc., Ph.D.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Candida albicans merupakan flora normal dalam rongga mulut, namun dapat menjadi patogen apabila jumlah populasinya meningkat. Peningkatan jumlah populasi Candida albicans di dalam rongga mulut berhubungan dengan penurunan kondisi imun pasien serta kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Kasus infeksi yang disebabkan oleh Candida sp meningkat dalam dua dekade terakhir dan 70-80% disebabkan oleh Candida albicans. Obat-obatan antijamur saat ini memiliki efek samping dan peningkatan resistensi sering terjadi. Manggis adalah salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana Linn) terhadap zona radikal Candida albicans in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Penelitian dilakukan pada jamur Candida albicans dalam media pertumbuhan Saboraud chloramphenicol agar yang terdapat dalam 5 cawan petri. Masing-masing cawan petri dengan 5 lubang sumuran diperlakukan dengan ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana Linn) dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 40% dan ketokonazol 10% sebagai kontrol positif. Zona radikal Candida albicans in vitro diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansi (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata pada kelima kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana Linn) mempunyai daya hambat terhadap zona radikal Candida albicans in vitro dan konsentrasi 40% mempunyai potensi antijamur yang paling kuat.

Candida albicans is one of normal flora in the oral cavity. When their number is increased, they change into pathogenic which is associated with the decreased immune and bad oral health condition. Cases of infection caused by Candida sp increased in the past two decades, and 70-80% were caused by Candida albicans. The side effects and resistance of antifungal drugs often occured. Mangosteen as one of medicinal herbs that provides many advantages, one of them as an antifungal. The aim of this study was to determine the inhibition potential of mangosteen pericarp ethanol extract (Garcinia mangostana Linn) against in vitro Candida albicans’s radical zone. This study was a true experimental laboratory with post-test only control group design. The research was conducted using Candida albicans in growth medium contained Saboraud chloramphenicol agar in 5 petri dish. Each petri dish with 5 wells treated with the mangosteen pericarp ethanol extract (Garcinia mangostana Linn) with concentrations of 0%, 10%, 20%, 40%, meanwhile 10% ketoconazole was conducted as a positive control. In vitro Candida albicans’s radical zone was measured using a vernier caliper with accuracy 0.01 mm. Data were analyzed using one-way ANOVA test with a significant level of (α=0,05). The results showed the mean difference in the five treatment groups with a significance value of 0.000 (p <0.05). The results showed that the mangosteen pericarp ethanol extract (Garcinia mangostana Linn) had inhibition potential against in vitro Candida albicans’s radical zone and the most powerful antifungal concentration was 40%.

Kata Kunci : Candida albicans, ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangsostana Linn), zona radikal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.