Laporkan Masalah

PERANCANGAN BANGUNAN SEKOLAH LUAR BIASA TUNARUNGU DENGAN PENDEKATAN DEAFSPACE GUIDELINES

LIANA DWI ARIYANI, Harry Kurniawan, ST., M.Sc.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Kualitas pendidikan untuk difabel masih dibawah standar dan perlu banyak peningkatan. Salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan difabel adalah dengan sarana bangunan sekolah yang memadahi. Bangunan sekolah secara fisik mempengaruhi kegiatan yang terakomodasi yaitu kegiatan pembelajaran. Dewasa ini secara teknis operasional, sekolah luar biasa memberikan pelayanan terhadap berbagai macam ketunaan, meskipun ada beberapa yang memberikan pelayanan intensif untuk satu kategori difabel.Setiap kategori difabel memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan yang khusus.Dengan adanya penanganan yang khusus ini, siswa difabel dapat berkembang secara lebih optimal dalam hal pendidikan. Deafspace guideline menjadi alternatif acuan untuk menciptakan tempat belajar yang nyaman bagi siswa tunarungu.Dalam deafspace guidelines, aspek keruangan, material, akustik dan cahaya diperhatikan untuk dapat sesuai dengan karakter pengguna yaitu penyandang tunarungu.Desain yang sesuai deafspace guidelinesmengoptimalkan indera penglihatan dan kemampuan merasakan getaran oleh tunarungu dalam mengenali ruang dan berkegiatan di dalamnya.

The quality of education for the disabled is still below standard and need a lot of improvement. One way to improve the quality of education is disabled by means of proper school buildings. Physical school building that accommodated activities that affect the learning activities. Nowadays, schools for disabled providing services to a wide range of disabilities, although there are some that provide intensive care for a disabled category. Each category of disability has different characteristics that require special handling. Given this special handling, students with disabilities can develop more optimal in terms of education. Deafspace guideline is an alternative reference for creating a comfortable learning place for students with hearing impairment. In deafspace guidelines, spatial aspects, materials, acoustics and light considered to be in accordance with the character of the user that is deaf. Aperture space considerations need to improve or even limiting visual range according to the needs of the space. Some vibration zone with wood floors help increase the sensitivity of users to other users. Deafspace guidelines appropriate design to optimize the senses of vision and ability to feel vibrations by the deaf in recognizing space and activities in it.

Kata Kunci : Sekolah Luar Biasa, tunarungu, deafspace guidelines


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.