Laporkan Masalah

KONTRIBUSI PROGRAM GERAKAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PANGAN BERBASIS KORPORASI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DESA HUTAN DI RPH GELON

FITRI AJENG ANINDYA SARI, Bowo Dwi Siswoko S.Hut., M.A,

2014 | Skripsi | KEHUTANAN

Jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut banyak masyarakat yang melakukan pemanfaatan lahan terutama di lahan hutan. Pemerintah khusunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendirikan Program Gerakan Peningkatakan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kontribusi Program GP3K dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa hutan. Penelitian ini dilakukan di RPH, Gelon, BKPH Sonde, KPH Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode dasar survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif untuk mengetahui proses pelaksanaan Program GP3K dan analisis data kuantitatif untuk mengetahui kontribusi yang didapatkan dari Program GP3K. Kontribusi Program GP3K dalam pendapatan responden di RPH Gelon yaitu sebesar 51.33%. Sebelum adanya program GP3K kontribusi hasil panen jagung dengan menggunakan bibit pioner P21 sebesar 66,9%, sehingga terjadinya penurunan kontribusi pendapatan sebesar 15,57%. Kontribusi GP3K dalam ketahanan pangan yaitu sebesar 60% hingga 75%. Pendapatan rata-rata/kapita/tahun masyarakat RPH Gelon dengan adanya Program GP3K yaitu sebesar Rp. 1.053.000 di KKP (Kelompok Kerja Prayasawana), Golan Rp. 1.601.292 di KKP Gelon, Rp. 1.474.650 di KKP Ngilon dan Rp. 1.402.300 di KKP Grogol. Dengan rata-rata pendapatan di masing-masing KKP tersebut masyarakat di RPH Gelon termasuk dalam kategori tidak sejahtera

The population in Indonesia has increased from year to year, that influenced the rise of food needs. To fulfill that food needs, a lot of people utilized field, especially in a forest field. The government, especially State-owned Company (BUMN) established a Corporation-Based Food Production Improvement Movement Program (GP3K) to improve food sustainability and to improve a society income. This research was aimed to know how far GP3K Program contribution in fulfilling forest village society needs was. This research was conducted in RPH, Gelon, BKPH Sonde, KPH Ngawi. This research used a quantitative approach by a survey basic method. Data analysis used a qualitative data analysis to know a GP3K program enforcement process and a quantitative data analysis to know contribution obtained from the GP3K Program. Based on this research result, the contribution yielded by GP3K program covered contribution in case of food sustainability, society welfare and society income through a GP3K program harvest result. Contributions Program GP3K the respondents in RPH Gelon income that is equal to 51.33%. Prior to the program GP3K contribution corn yields by using seeds pioneer P21 at 66.9%, so the decline in revenue contribution of 15.57%.A GP3K contribution in case of food sustainability was 60% to 75%. An average/capita/year income of RPH Gelon society due to GP3K program was Rp 1,053,000 in KPP (Prayasawana Work Group); Golan was Rp 1,601,292 in KKP Gelon; Rp 1,474,650 in KKP Ngilon and Rp 1,402,300 in KKP Grogol. With income average in each KKP, the society in RPH Gelon was in unwelfare category.

Kata Kunci : kontribusi, GP3K, kebutuhan masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.