Analisis Supply Chain Risk ManagementProduk Susu Sapi Segar dengan Pendekatan Analytical Network Process (ANP ) di Koperasi Peternak Bandung Selatan, Pangalengan
LANGKAH TAWANG P, Novita Erma Kristanti, STP. MP
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANKeadaan produk susu saat ini tidak hanya di pangalengan tetapi susu Indonesia menghadapi beberapa tantangan global dan permasalahan termasuk berbagai risiko yang terlibat dalam rantai pasok susu baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan risiko lain yang yang mungkin berpengaruh terhadap produk susu dari pemasok sampai konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melakukan identifikasi dan pengelolaan risiko yang dimungkin timbul disetiap rantai pasok susu segar. Risiko yang sudah teridentifikasi kemudian diprioritasi penyelesaianya menggunakan ANP. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara langsung di daerah pangalengan dengan menggunakan metode convenience sampling pada pelaku di tiap tiers supply chain. Identifikasi dan antisipasi risiko yang timbul pada aktivitas supply chain diperlukan suatu manajemen risiko yang baik dalam supply chain. Analisa pengelolaan risiko didasarkan pada standard ISO 31000:2009 yang kemudian risiko yang sudah teridentifikasi dilakukan prioritasi masalah menggunakan Analytical Network Proses (ANP). Pada hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 5 kluter risiko yang terdiri dari 9 kriteria risiko . Berdasarkan hasil prioritas menggunakan ANP maka didapatkan hasil urutan perbaikan risikonya yaitu kebutuhan biaya ternak masih tinggi (0,149) , ketidakmampuan memberikan kualitas yang konsisten(0.143) , umur simpan susu segar yang pendek (0.130), produktivitas susu yang masih rendah (0.123), ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi standard (0.117), pemerahan yang tidak tepat waktu (0.104), harga susu yang rendah (0.085), inkonsistensi kuantitas susu (0.076) , lokasi pengumpulan susu yang jauh (0.073). Prioritas penanganan ini digunakan alternatif solusi perbaikan dan juga sebagai pembanding dari nilai tingkatan risiko pada mapping risk untuk mendahulukan risiko mana yang lebih dulu ditangani.
The condition of milk nowadays was not only on the Pangalengan but Indonesia is facing various global challenges and problems including many risks that involved in the milk supply chain as well as from quality and quantity point of view that may affects the milk product from producer until the consumers. This study aims at indentifying and risk processing that may occur in every fresh milk supply chain. The risk that was indentifying then became the priority that will be solved using ANP. This study was done using deep interview in the Pangalengan area using convenience sampling to the subject in every tiers supply chain. Risk identification and anticipation that occurs in the supply chain activity needs a good risk management in the supply chain. Risk processing analyze was based on the risk assessment standard from ISO 31000:2009 which then the identified risk became the problem priority using analytical network process (ANP). The result from this study shows that there were 5 cluster risks that consist from 9 criteria. Based on the result of ANP, result of the fixed risk priority sequence were the need of livestock cost was still high (0.149), incapable of producing consistent quality (0.143), low shelf life (0.130), low fresh milk productivity (0.123), unqualified product with the standard (0.117), untimed milking (0.104), low milk price (0.085), inconsistent of the milk quantity (0.076), and far location of fresh milk collecting (0.073). The priority of this management was done using alternative solution and comparing from risk value from the mapping risk to preface which risk needs to be manage first.
Kata Kunci : Analitycal Network Process (ANP), risiko, supply chain