Laporkan Masalah

UJI KINERJA SILO PENGERING DARI ANYAMAN BAMBU UNTUK PROSES PENGERINGAN GABAH

RIDHO ANDIKA PUTRA, Dr. Ir Nursigit Bintoro, M.Sc

2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Penanganan hasil pertanian seperti biji – bijian pada umumnya masih dilakukan dengan memanfaatkan tenaga matahari. Namun, cara ini sangat tergantung pada musim, waktu pengeringan, tenaga kerja yang banyak, dan tempat yang luas. Perubahan penggunaan metode pengeringan matahari dengan metode pengeringan menggunakan pengering mekanis sangat diperlukan agar proses pengeringan dapat dilakukan dengan lebih baik. Namun demikian, biaya konstruksi dan operasional peralatan yang tinggi tidak memungkinkan bagi petani untuk menggunakannya. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan pengeringan biji - bijian menggunakan pengering mekanis sederhana sehingga biaya konstruksinya dapat dijangkau oleh petani. Pada penelitian dilakukan dengan merancang bangun alat pengering mekanis sederhana. Bahan utama yang digunakan untuk membuat alat pengering tersebut yaitu gedheg yang merupakan anyaman yang dibentuk dari bambu dan juga kayu yang digunakan untuk rangka penguat alat agar tidak jatuh pada saat biji – bijian dimasukkan. Setelah dirancangnya alat kemudian menguji alat tersebut. Bahan yang digunakan untuk menguji alat ini yaitu gabah yang kemudian diukur kadar air, suhu. Selain itu diukur pula suhu dan kelembaban lingkungan dan kecepatan udara yang dilakukan dengan variasi bukaan bawah, bukaan atas, dan bukaan kombinasi. Dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bukaan kombinasi laju penurunan kadar air semakin besar sehingga pada variasi kombinasi pengeringan ini waktu untuk pengeringan lebih cepat dibandingkan dengan bukaan atas dan bukaan bawah.

Handling of agricultural products such as grains are generally still done by utilizing solar energy. However, this method is highly dependent on the season, drying time, a lot of labor, and the large place. Changes in the use of solar drying to a mechanical dryer is necessary for the drying process can be done better. However, the cost of construction and high operational equipment does not allow for farmers to use. Therefore, in this research, drying grains use a simple mechanical construction dryer so that the cost can be reached by farmers. In the wake of research done by designing a simple mechanical dryers. The main material used to make these dryers are gedheg which is formed from woven bamboo and wood are also used to frame reinforcement tool that does not fall when the seeds included. Then test these tools. The materials used for the test tool is then measured grain moisture content, temperature. Additionally it also measured the temperature and humidity environment and air velocity variation with bottom opening, opening up, and aperture combination. And the results showed that the combination of openings rate the greater the decrease in water content so that the variation is a combination of drying time for drying faster than the openings above and below openings.

Kata Kunci : Biji – bijian, pengeringan, kadar air, suhu, kelembaban


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.