Laporkan Masalah

Word of Mouth dan Mobile Instant Messaging (Studi Pengaruh Word of Mouth Seputar Mobile Instant Messaging terhadap Preferensi Kawula Muda di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Memilih Mobile Instant Messaging)

MARIA PRISCILLA BETEKENENG, Pulung Setiosuci P., SIP., MM.

2014 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi disertai dengan keberadaan media baru telah mengantarkan individu, termasuk kawula muda pada pola-pola komunikasi yang semakin interaktif dan dinamis, termasuk dalam kegiatan bertukar pesan, yakni penggunaan mobile instant messaging. Mobile instant messaging merupakan salah satu platform pertukaran pesan tersebut yang saat ini banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia, khususnya kawula muda di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun di tahun 2013 berbagai aplikasi mobile instant messaging menggunakan media iklan untuk mempromosikan produk mereka, namun sesungguhnya kesuksesan mobile instant messaging juga tidak dapat terlepas dari word of mouth. Hal ini dikarenakan mobile instant messaging sendiri merupakan community driven, dimana personal source individu turut mempengaruhi pilihan mobile instant messaging individu, seperti yang terlihat pada fenomena penyebaran penggunaan BlackBerry Messenger di Indonesia. Dari sini, peneliti terdorong untuk mengetahui apakah preferensi kawula muda dalam memilih mobile instant messaging juga dipengaruhi oleh word of mouth. Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena kawula muda pengguna mobile instant messaging terbanyak berada di daerah ini. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar responden kerap menerima informasi maupun rekomendasi seputar mobile instant messaging dari orang-orang yang mereka kenal. Dengan kualitas konten informasi dan kekuatan persuasif yang dinilai cukup baik, word of mouth seputar mobile instant messaging memberi pengaruh terhadap pilihan mobile instant messaging kawula muda di Daerah Istimewa Yogyakarta, meskipun pengaruh tersebut tidak secara langsung. Utilitarian influence menjadi pengaruh yang paling cenderung terlihat di dalam pilihan mobile instant messaging mereka, dimana word of mouth mendorong sebagian besar responden untuk memilih mobile instant messaging yang sesuai dengan preferensi personal source mereka, maupun rekomendasi yang mereka peroleh dari personal source tersebut.

The development of communication technology with the existence of new media have brought individuals, including youth to more interactive and dynamic communication patterns, include messaging activities, that is, the application of mobile instant messaging. Mobile instant messaging is one of the popular platform used in messaging, that has been used by many Indonesian citizens, especially youth in Daerah Istimewa Yogyakarta. Although in 2013, various mobile instant messaging applications used advertising in media to promote their product, the truth in the success of mobile instant messaging cannot be separated from word of mouth. It’s because mobile instant messaging itself is community driven, where personal source individuals also affect the choice of individual’s mobile instant messaging, like seen in the phenomenom of increasing popularity of BlackBerry Messenger uses in Indonesia. From this, researchers are driven to understand if world of mouth also affect the preferences of youth in choosing mobile instant messaging. Daerah Istimewa Yogyakarta was chosen as the main area of research, because the most users of mobile instant messaging, youth, are located in this area. The research shown that a big proportion of respondents werekeen to receive information and reccomendations regarding mobile instant messaging from people they know. With quality contents and persuasive strength that are regarded quite good, word of mouth about mobile instant messaging gave influence to mobile instant messaging choices of youth in Daerah Istimewa Yogyakarta, although the influence was indirect. Utilitarian influence became influence factor that are more visible in their mobile instant messaging choices, where word of mouth encouraged a big proportion of respondents to choose mobile instant messaging that suits their personal source’s preference or reccomendations they received from their personal source.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.