Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGR FIS UNTUK ESTIMASI HARGA LAHAN DI KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

FIQIH ASTRIANI, Rosyadi, S.Si.

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Kecamatan Banguntapan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Bantul yang lahannya banyak diminati untuk dijadikan lahan perumahan. Banyaknya permintaan akan lahan membuat informasi mengenai kondisi lahan termasuk harga lahan menjadi informasi yang cukup penting. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta estimasi harga lahan menggunakan aplikasi penginderaan jauh dan sistem iniformasi geografis (SIG) seta mengetahui data parameter estimasi harga lahan apa saja yang dapat diambil dari citra penginderaan jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif berjenjang tertimbang dengan pengharkatan dan pembobotan. Aplikasi penginderaan jauh yang digunakan yaitu interpretasi citra, dan aplikasi SIG yang digunakan yaitu analisis spasial berupa overlay dan analisis jaringan berupa service area. Parameter yang digunakan untuk membuat peta estimasi harga lahan berupa penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, aksesibilitas lahan negatif, dan kelengkapan utilitas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada Kecamatan Banguntapan terdapat 65,27% dengan estimasi harga lahan rendah, 31,91% dengan harga sedang, dan 2,28% dengan harga tinggi. Penelitian ini memiliki kekurangan berupa masih kurang lengkapnya data yang digunakan untuk daerah pinggiran di Kecamatan Banguntapan yang analisisnya juga dipengaruhi daerah sekitar (di luar Kecamatan Banguntapan), sehingga menyebabkan pengolahan data khususnya pada proses pengharkatan dan pembobotan menjadi kurang maksimal.

Banguntapan is one of Bantul District in which the land is great demanded to clear land for housing. Many requests for land make the information about the condition of the land, including land prices, becomes important information. The aim of this study is to make the map of the land price estimation using the application of remote sensing and geographic information was systems (GIS) and to know the parameters of the data of anything land price estimation that can be taken from remote sensing imagery. The method used in this study is a weighted tiered quantitative with rating and weighting. The application of remote sensing which is used is image interpretation, and the application of GIS which is used is spatial analysis in the form of an overlay and network analysis in the form of service area. The parameters used to make the map of land price estimation in the form of land using, positive land accessibility, negative land accessibility, and the completeness of utilities. The result of this study is in the District Banguntapan there are 65.27% with low land price estimation, 31.91% with moderate prices, and 2.28% with a high price. This study has shortcomings such as incomplete data was used for the suburbs in the District Banguntapan which its analysis also be influenced by the surrounding area (outside of the District Banguntapan), thus causing the data processing particularly in rating and weighting process be less than the maximum.

Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Penginderaan Jauh, Estimasi harga lahan, Citra Quickbird


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.