Laporkan Masalah

Perlawanan Minoritas Mari Terhadap Kebijakan Rusifikasi di Republik Mari El, Federasi Rusia

AFINA NURUL FAIZAH, Ririn Tri Nurhayati, S.IP, M.Si, MA.

2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Federasi Rusia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas, sehingga amat penting bagi Federasi Rusia untuk menyatukan rakyatnya yang terdiri dari ratusan kelompok etnis yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda dengan memberlakukan kebijakan Rusifikasi. Kebijakan Rusifikasi dibuat atas nama etnis Rus’ dan merupakan salah satu bentuk asimilasi kebudayaan mayoritas (Rus’) bagi minoritas (non- Rus’). Kebijakan ini tidak hanya mengatur identitas etnis, tetapi juga identitas agama dan penggunaan bahasa, dan telah berlangsung sejak masa Kekaisaran Rusia. Etnis Mari merupakan salah satu kelompok etnis Finno-Ugrik yang menetap di Rusia bagian tengah, dan merupakan kelompok minoritas di republik titular mereka sendiri, yakni Republik Mari El. Etnis Mari telah melawan kebijakan Rusifikasi dari interaksi pertama kali dengan etnis Rus’ (melalui ekspansi yang dilakukan Tsar Ivan IV). Perlawanan tersebut dilakukan dari dulu hingga kini. Etnis Mari berbicara dengan bahasa yang serupa dengan bahasa Suomi, Estonia, dan Hungaria. Selain itu, tidak seperti mayoritas, etnis ini memeluk Paganisme, bukan Kristen Orthodoks. Bahasa dan agama yang berbeda ini masih tetap lestari hingga sekarang. Penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana upaya perlawanan etnis Mari, yang merupakan minoritas di republik titular mereka sendiri, mempertahankan bahasa, budaya, dan agama minoritas di saat Federasi Rusia mengembangkan kebijakan Rusifikasi. Perlawanan yang dilakukan oleh minoritas Mari ini dikaji dari dua perspektif, yakni dari perspektif minoritas dan perspektif transnasionalisme. Dari kedua perspektif ini, penulis memberikan analisa bahwa perlawanan minoritas memiliki kaitan yang erat dengan sejarah penjajahan dan bahwasannya perlawanan minoritas Mari memiliki komponen transnasionalisme berupa dukungan dan gerakan perlawanan transnasionalisme yang bersifat sosial dari kerabat-kerabat Finno-Ugrik di luar Federasi Rusia. Keywords: Finno-Ugrik, Federasi Rusia, Mari El, Mari, minoritas, Rusifikasi

Russian Federation is geographically vast, therefore it is necessary for the federation to unite its peoples who are ranging from hundreds of ethnicities with different cultural backgrounds by enforcing Russification policy. The Russification policy is named after the majority of the federation, Rus’. The policy is one example of cultural assimilation done by the majority (Rus’) to be applied by the minorities (non-Rus’). This policy not only controls ethnical identities of the minorities but also religious identities and languages usage, and has been applied there since the age of Russian Empire. The Maris are one of Finno-Ugric nations who live in Russian Federation, in the middle Volga region. They mostly live in their own titular republic named Republic of Mari El where they only account up to 43% of the population. The Maris have significantly resisted the Russification policy since the very first interaction with the Rus’ (through the expansion of Ivan The Terrible). The efforts to resist the Russification policy still exist up until today. The Maris are distinct kindred of the Magyars (Hungarians), Estonians, and Finns; therefore they speak similar language. Other than that, unlike the majority in the federation who are mostly Orthodox Christians, they are pagans. Their different religion and language still exist, thanks to their efforts to resist the Russification policy. The author was deeply interested to research and to write about the efforts of Maris, who are the minority of their own titular republic, to preserve their own language, culture, and religion while Russian Federation enforcing Russification in massive scale. Their efforts are analysed in two perspectives; from minority perspectives and from transnationalism one. From both perspectives, the author came to a point to conclude that the minority’s rebellion has correlation with the history of colonialism, and that the resistance of Mari minority has transnational aspects; like supports and transnational social movements given by Finno-Ugrians (their transnational kindred peoples) outside Russian Federation. Keywords: Finno-Ugric, Russian Federation, Mari El, Mari, minority, Russification policy

Kata Kunci : Finno-Ugrik, Federasi Rusia, Mari El, Mari, minoritas, Rusifikasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.