Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERENCANAAN STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DALAM PERSPEKTIF NEW INSTITUTIONAL ECONOMICS (Studi Empiris di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta)

Zarnawi Sangadji, Prof. Wihana Kirana Jaya. M.SOC., Sc., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Hasil penelitian Jaya (2010) menunjukkan bahwa kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal meskipun telah memberikan dampak positif, namun masih diperlukan upaya-upaya penataan terhadap institusi. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan institusi perencanaan yang handal merupakan langkah penting guna mendukung sistem otonomi daerah dan desentralisasi fiskal di Indonesia. Secara teoritis, terdapat hubungan antara teori ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics/NIE) dan perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu perencanaan strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam perspektif NIE dengan menggunakan pendekatan kerangka analisis Williamson (2000). Penelitian ini berlokasi pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Dinas Kesehatan; Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam variabel institusional sebagai faktor-faktor penentu perencanaan strategis pada ketiga SKPD tersebut, yaitu: (1) institusi informal; (2) lingkungan institusional; (3) struktur tatakelola pada aspek pelaksanaan tahapan dan tatacara penyusunan Renstra SKPD; (4) struktur tatakelola pada aspek pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan strategis SKPD; (5) alokasi sumberdaya dan pengerjaan pada aspek pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD; dan (6) biaya transaksi ekonomi yang diminimumkan. Melalui penelitian ini, diperoleh pula beberapa masukan penting dari responden dalam rangka penataan institusi perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan temuan-temuan empiris melalui penelitian ini maka ketiga SKPD tersebut diharapkan tetap berkomitmen dan konsisten dalam penataan institusi perencanaan pembangunan daerah tersebut, sebagaimana keberhasilan yang telah dicapai hingga saat ini, guna meningkatkan kinerja perencanaan strategis SKPD. Upaya tersebut sangatlah penting dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Sleman, RPJM Daerah Istimewa Yogyakarta, dan RPJM Nasional.

Jaya research results (2010) showed that the policy of regional autonomy and fiscal decentralization although has positive impact, but still required the efforts of the institutional arrangement. This empirical finding indicate that the development reliable institutional planning is important step to support the system of regional autonomy and fiscal decentralization in Indonesia. Theoretically, there is the relationship between the New Institutional Economic (NIE) and development planning. This study aims to analyze the determinants of strategic planning of the local government organization (Satuan Kerja Perangkat Daerah/SKPD) in the NIE perspective based on the analysis framework of Williamson (2000). This study was located at the Department of Education, Youth and Sports; Department of Health; Department of Public Work and Housing in Sleman Regency of Yogyakarta Special Region. The results of this study indicated that there are the six NIE variables as determinants of the SKPD strategic planning: (1) the informal institution; (2) the institutional environment; (3) the governance structure on the aspect of implementation the stages and procedures for preparation SKPD Strategic Plans; (4) the governance structure on the aspect of controlling and evaluation to the policy of SKPD Strategic Planning; (5) the resource allocation and employment on the aspect of controlling and evaluation to the implementation of SKPD Strategic Plans; and (6) minimize the transaction cost economics. Through this study, also obtained some important inputs from the respondents in arrangement framework of regional development planning institution. Based on the empirical findings of this research, the three SKPD are expected to remain commitment and consistent in the institutional arrangement of the local development planning, as well as the success that has been achieved to date, in increasing the SKPD strategic planning performance. This effort is very important in order to achieve the goals and objectives of the Local Medium-Term Development Plan (RPJMD) of Sleman Regency, the Local Medium-Term Development Plan (RPJMD) of Yogyakarta Special Region, and the National Medium-Term Development Plan (RPJMN).

Kata Kunci : Perencanaan strategis SKPD, New Institutional Economics, institusi informal, lingkungan institusional, struktur tatakelola, alokasi sumberdaya dan pengerjaan, biaya transaksi ekonomi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.