SEBARAN TINGKAT KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR LAHAR HUJAN SUNGAI CODE
BULAN NIRWANA SARI, Ir. Ahmad Sarwadi
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABencana banjir lahar hujan pada dasarnya sulit unutk diprediksi, meskipun gejala-gejala dan penyebabnya dapat dikaji secara ilmiah. Penduduk yang tinggal di bantaran sungai Code memiliki resiko terhadap bencana banjir lahar hujan yang sangat besar. Namun hal tersebut tidak mengurangi keinginan masyarakat untuk tetap tinggal di daerah bantaran sungai Code. Resiko bencana tersebut dapat dikurangi dengan cara menguatkan masyarakat atas bencana. Penelitian ini dilakukan di Kampung Jogoyudan untuk mengetahui bagaimana sebaran tingkat ketahanan RW terhadap bencana banjir lahar hujan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi sebaran tersebut. Lokasi tersebut dipilih karena Kampung Jogoyudan merupakan daerah yang terkena dampak banjir lahar hujan terparah yang ada di wilayah perkotaan dibandingkan dengan Kampung Gemblakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif-induktif kualitatif. Kerangka analisis yang digunakan adalah Climate and Disaster resilience Initiative (CDRI). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, kuantitatif, CDRI dan spasial. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh temuan bahwa komponen yang paling mempengaruhi sebaran tingkat ketahanan masyarakat adalah komponen sosial khususnya dalam bidang pengetahuan. Selain itu faktor yang mempengaruhi sebaran tingkat ketahanan masyarakat di Kampung Jogoyudan adalah kontruksi bangunan, kedekatan dengan jalan dan gotong-royong.
Lava flood rain disaster is inherently difficult to predict, although the symptoms and causes can be studied scientifically. Residents who live along the Kali Code have high risk towardlava flood rain. But it does not belittle people's desire to stay in the Code riverbank area. The disaster risk can be reduced by strengthening the community for disaster. This research was conducted in the village of Jogoyudan to determine how the distribution of RW resistance level against floods and rains lava factors affecting the distribution. The location was chosen because Kampung Jogoyudan area had the worst damage by rains lava floods in urban areas compared to Kampung gemblakan. The method used in this study is deductive-inductive qualitative. The framework of analysis used is the Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI). The analysis technique used is the analysis of qualitative, quantitative, and spatial CDRI. From the research conducted, obtained by the finding that components that most affect the distribution of the level of community resilience is a social component, especially in the field of knowledge. In addition, factors that influence the distribution of the level of community resilience in Kampung Jogoyudan are building construction, proximity to roads and mutual help.
Kata Kunci : Ketahanan, Masyarakat, dan Banjir Lahar Hujan