Laporkan Masalah

VALUASI NILAI EKONOMI HUTAN DAN NILAI EKONOMI PERTAMBANGAN TIMAH DI KABUPATEN BANGKA TENGAH

IRVINDIO PATRIANUSA, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Adanya kecenderungan konversi lahan yang melebihi batas berakibat pada hilangnya keanekaragaman hayati ini di hutan. Hal ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama, dan penyakit. Industri pertambangan timah selain mendatangkan devisa dan menyedot lapangan kerja juga hampir dipastikan akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif tersebut antara lain terjadinya gerakan tanah yang dapat menelan korban baik harta benda maupun nyawa, hilangnya daerah resapan air di daerah perbukitan, rusaknya bentang alam, pelumpuran ke dalam sungai yang dampaknya bisa sampai ke hilir, meningkatkan intensitas erosi di daerah perbukitan, jalan-jalan yang dilalui kendaraan pengangkut bahan tambang menjadi rusak, mengganggu kondisi air tanah, dan terjadinya kubangan-kubangan besar yang berisi air bila penggalian di daerah pedataran, serta mempengaruhi kehidupan sosial penduduk di sekitar lokasi penambangan. Metode valuasi ekonomi yang digunakan di dalam penelitian ini berdasarkan pendekatan harga pasar, dan benefit transfer. Nilai ekonomi dari hutan memang lebih kecil dari nilai ekonomi timah. Akan tetapi banyak eksternalitas negatif yang seringkali tidak diperhatikan. Misalnya manfaat dari tambang timah hanya sampai 15 tahun. Setelah itu tambang timah tersebut tidak memberi manfaat lagi kepada masyarakat dikarenakan kandungan timah sudah habis. Sedangkan hutan jika terus diperhatikan akan terus memberikan banyak manfaat, meskipun secara ekonomi nilai perhitungannya lebih kecil dibandingkan tambang timah. Jadi dapat disimpulkan manfaat hutan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan bila dibandingkan dari timah. Hasil penelitian ini pun dapat dijadikan acuan dalam penentuan pola ruang. Melihat hasil dari penelitian ini, kawasan pertambangan lebih baik dijadikan menjadi kawasan budidaya kehutanan. Karena kawasan tersebut memiliki nilai yang tinggi, manfaat yang bersifat jangka panjang, serta berkelanjutan. Jika kawasan tersebut dikonversi ke pertambangan akan menghilangkan manfaat yang terdapat di dalamnya.

There is a tendency that exceeds the conversion result in the loss of biodiversity in forests. This will trigger the vulnerability of natural conditions accompanied by a decline in the quality of land erosion, pests, and diseases. Tin mining industry in addition to bring in foreign exchange and employment siphon also almost certain to have a negative impact on the environment. Negative impacts include the ground motion that can take its toll both property and lives, the loss of water catchment areas in the hills, landscape destruction, siltation in the river that could impact to downstream, increasing the intensity of erosion in hilly areas, road-of the road transport vehicle mines material becomes damaged, disrupting groundwater conditions, and the occurrence of large pools of water when excavations in the plain areas, as well as affecting the social life population around the mine site. Economic valuation methods used in this study is based on the market price approach, and benefits transfer. The economic value of forests is smaller than the economic value of tin. However, many negative externalities are often overlooked. For example, the benefits of a tin mine only up to 15 years. After that the tin mines no longer provide benefit to the community because the content of lead discharged. Meanwhile, if the forest continues to be considered will continue to provide many benefits, even though the economic value of the calculation is smaller than the tin mines. So we can conclude benefits of forests and sustainable long term when compared to tin. The results of this study can be used as a reference in determining the pattern space. Looking at the results of this study, better serve the mining area into forest cultivation area. Because the region has a high value, longterm benefits, as well as sustainable. If the area is converted into mining would eliminate benefits contained therein.

Kata Kunci : Hutan, Pertambangan Timah, Nilai Ekonomi Total, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.