ANALISIS JARINGAN SOSIAL EKONOMI PETANI KRISAN DI DESA HARGOBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN
HANIFA NOOR RAHMAH, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P
2014 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur jaringan informasi ekonomi usahatani krisan, mengetahui struktur biaya dan pendapatan usahatani krisan dan mengetahui kinerja pemasaran bunga krisan di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman yang dilihat dari marjin pemasaran, farmer’s share, dan nilai efisiensi pemasaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data seluruh musim tanam tahun 2013. Metode pengambilan sampel pada petani menggunakan sensus (sampling jenuh) dan diperoleh 30 responden. Metode pengambilan sampel pada pedagang menggunakan snowball sampling dan diperoleh 1 asosiasi dan 4 pedagang bunga (florist). Analisis yang digunakan antara lain analisis jaringan sosial, analisis usahatani dan analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor yang berpengaruh dalam jaringan informasi teknis budidaya, harga input, harga output dan target pemasaran adalah Siswiyanto (ketua asosiasi) yang dilihat dari jumlah aktor yang diberi informasi (out degree centrality), potensi sebagai perantara informasi (betweeness centrality) dan kemudahan jangkauan informasi oleh petani (closeness centrality). Jaringan informasi sumber tenaga kerja terpisah menjadi 6 komponen jaringan karena aliran informasi terpusat pada masingmasing kelompok tani. Hasil analisis usahatani menunjukkan rerata biaya yang dikeluarkan petani dalam usahatani krisan sebesar Rp 8.892.856 per tahun dengan komponen biaya tertinggi terdapat pada biaya bibit. Rerata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 17.820.542 per tahun dengan komponen penerimaan tertinggi pada krisan tipe standar dan spray kelas mutu A. Rerata pendapatan petani krisan tahun 2013 yaitu sebesar Rp 8.927.686 per tahun. Berdasarkan analisis pemasaran diperoleh marjin terkecil dan pagsa petani (farmer’s share)terbesar pada saluran II krisan tipe standar dan spray. Seluruh saluran pemasaran krisan tipe standar dan spray efisien. Saluran pemasaran yang paling efisien pada adalah saluran II kelas mutu A pada masing-masing tipe krisan.
This research aimed to determine economical information network of Chrysanthemum farming, costs and income structure of Chrysanthemum farming and Chrysanthemum marketing performance by calculating marketing margin, farmers’s share and marketing efficiency in Hargobinangun Village Pakem Sub-Regency Sleman Regency Yogyakarta Province. This research methodology was descriptive analytic. Data used in the research was all planting seasons data in year 2013. Sampling method of farmers was census method (saturated sampling), number of farmers that interviewed was 30 persons. Sampling method of merchants was snowball sampling wich consisted of a farmer association and 4 flower merchants (florists). Data analysis used in this research was social network analysis, farming analysis and marketing analysis. The results showed that Siswiyanto (association leader) was the most influential actor of technical cultivation, input price, output price and market target information network based on number of actors that given information (out degree centrality), the potency of being information mediator (betweeness centrality) and the easiness of information reached by all farmers (closeness centrality). Labor-source information network was separated into 6 network components because of centralizing information flows in every farmer groups. Farming analysis showed that average production-cost of Chrysanthemum farming was Rp 8.892.856 annualy; which the highest cost component was seed expenditure. The average farm-revenue was Rp 17.820.542 annualy. The highest value of Chrysanthemum farm-revenue contributes by Grade A of both standard and spray product. The average Chrysanthemum farm-income in year 2013 amounted Rp 8.927.686 annualy. Based on marketing analysis, the marketing-channel II of standard and spray Chrysanthemum was resulting the lowest marketing margin and the highest farmer’s share. The most efficient marketing-channel of Chrysanthemum was marketing-channel II grade A of Chrysanthemum product’s grade A.
Kata Kunci : Krisan, Jaringan Sosial, Pendapatan Usahatani, Efisiensi Pemasaran