Laporkan Masalah

FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT WARGA KAMPUNG JUMINAHAN UNTUK MENGHUNI RUMAH SUSUN GRAHA BINA HARAPAN TEGALPANGGUNG YOGYAKARTA

ATQON ADI SASMITO, Ratna Eka Suminar, S.T., M.Sc

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Ledakan jumlah penduduk di perkotaan menjadi fenomena yang biasa ditemui di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Pertambahan jumlah penduduk yang pesat mendorong terciptanya permasalahan sosial baru seperti kemiskinan, kelaparan, meningkatnya kriminalitas, kekumuhan, dan permasalahan lainnya. Salah satu permasalahan perkotaan yang sering dijumpai akibat pesatnya pertambahan jumlah penduduk adalah kekumuhan. Salah satu contoh pemukiman kumuh di kota besar adalah Kampung Juminahan yang terletak di Kota Yogyakarta. Kampung Juminahan memiliki kondisi fisik lingkungan yang tidak tertata, minim sarana prasarana, rendahnya aksesibilitas dan mobilitas, dan kualitas lingkungan yang buruk. Pemerintah Kota Yogyakarta telah memberikan solusi dengan membangun rumah susun, namun sayangnya usaha tersebut justru tidak diminati oleh warga Kampung Juminahan dan lebih memilih tinggal di pemukiman kumuh. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk mencari informasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat warga untuk menghuni rumah susun. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif. Pendekatan deduktif digunakan untuk mengacu pada teori-teori yang telah ada terkait rendahnya minat warga untuk menghuni rumah susun. Metode kuantitatif menggunakan Chi Square dan regresi logistik ordinal untuk melihat hubungan dan pengaruh dari masingmasing faktor terhadap minat warga untuk menghuni rumah susun. Penelitian ini melibatkan 92 responden yang merupakan warga kampung juminahan dan RW 13 yang pernah ditawari tinggal di Rusun Graha Bina Harapan. Terdapat tujuh faktor yang memiliki hubungan terhadap minat warga untuk menghuni rumah susun. Salah satu faktor yang memiliki hubungan dan memiliki pengaruh paling kuat adalah faktor yang berasal dari kondisi rumah susun itu sendiri. Faktor yang mempengaruhi yaitu kualitas bangunan rumah susun dirasa masih kurang dan tidak jauh berbeda dengan bangunan di pemukiman kumuh. Sehingga untuk pembangunan rumah susun ke depan pemerintah perlu memperhatikan kualitas bangunan rumah susun agar tidak timbul persepsi di masyarakat bahwa kualitas bangunan rumah susun tidak jauh berbeda dengan pemukiman kumuh.

Human population explosion is a common phenomenon encountered in all parts of the world now, including Indonesia. The rapid population growth encourage new social problems such as poverty, hunger, rising crime, squalor, and other issues. One of the urban problems is often encountered as a result of rapid population growth is slums. One example of slums in major cities are located in village Juminahan at Yogyakarta. Juminahan village physical condition is sporadic environment, lack of infrastructure, lack of accessibility and mobility, and poor environmental quality. Yogyakarta City Government has provided a solution to build vertical housing, but unfortunately residents of Kampung Juminahan denied to live in vertical housing and prefer to live in slums. Therefore, this study tried to find information about factors causing the low interest of citizens to inhabit in vertical housing. This study uses quantitative deductive method. Deductive approach is used to refer theories that have associated about low interest of citizens to live in vertical housing. Quantitative methods using Chi Square and ordinal logistic regression to find the correlataion and effect of each factor that influence citizens to live in vertical housing. This study involved 92 respondents who are villagers of juminahan village and RW 13. There are seven factors that have been associated with the citizens interest to live at vertical housing. One of the factors that have a correlation and have the highest influence is a factor derived from the condition of the vertical housing itself. Factor that have affect is vertical house building quality is not much different than building in slums. So for the construction of vertical housing further, government needs to pay attention to the quality of the vertical house buildings. So the public perception will not arise if the quality of vertical housing are not much different than slums.

Kata Kunci : Kampung Juminahan, Rumah Susun, Kumuh, Graha Bina Harapan, Minat Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.