PERENCANAAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) MENUJU SISTEM TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI STASIUN MONOREL BEKASI TIMUR
VERA APRILIA V, Iwan Suharyanto, ST.,MSc
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAJumlah komuter dari Bodetabek menuju Jakarta pada tahun 2011 yaitu sebesar 3,6 juta jiwa/hari. Jumlah komuter terbesar berasal dari Bekasi yaitu sebanyak 1,3 juta jiwa/hari. Dari jumlah tersebut, 77% komuter menggunakan kendaraan pribadi sehingga menyebabkan timbulnya permasalahan kemacetan. Pemerintah telah merencanakan pengadaan transportasi massal dengan pembangunan stasiun monorel di Kota Bekasi tepatnya di Bekasi Timur. Lokasi pembangunan stasiun monorel tersebut dapat dikembangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang merupakan kawasan dengan tata guna lahan campuran. Kawasan TOD diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik komuter untuk menggunakan transportasi massal karena kebutuhannya dapat terpenuhi dalam satu kawasan. Hal tersebut akan berimplikasi pada penurunan penggunaan kendaraan pribadi serta akan menurunkan tingkat kemacetan yang tejadi. Perencanaan kawasan TOD di Bekasi Timur ini dilandasi teori TOD yang dirumuskan Calthorpe (1993) dan teori urban design yang dirumuskan Shirvani (1985). Selanjutnya, dalam proses perencanaan dilakukan analisis mengenai data makro (Kota Bekasi), analisis data mikro (kawasan perencanaan dan monorel), analisis teori (transportasi berkelanjutan), analisis perjalanan, serta best practice keberhasilan TOD di Hong Kong. Dari hasil analisis tersebut dapat diperoleh potensi dan masalah kawasan perencanaan. Potensi utama yaitu adanya rencana pembangunan stasiun monorel dan masalah utama yaitu terjadinya urban sprawl dan kemacetan. Elaborasi dari analisis potensi dan masalah tersebut manghasilkan perencanaan “Pengembangan Lokasi Transit dengan Konsep Transit Oriented Development untuk Mewujudkan Sistem Transportasi Berkelanjutan Tahun 2019â€. Perencanaan ini mengedepankan penyediaan tata guna lahan campuran yang terintegrasi dengan sistem transportasi (stasiun monorel) dan penyediaan kawasan ramah pejalan kaki (jalur pejalan kaki). Hal tersebut akan mewujudkan kota yang livable dan walkable. Perencanaan ini dapat menjadi solusi untuk tata guna lahan yang terpadu dan transportasi yang berkelanjutan di Kota Bekasi dan Jakarta.
The number of the commuters from Bodetabek to Jakarta was 3,6 million people per day, in 2011. The biggest number of those commuters came from Bekasi which are 1.3 million people per day. From that number, there was 77% of commuters went to Jakarta using private vehicles and causing traffic jam. The government has been planning the procurement of mass transportation with the construction of monorail station in East Bekasi. The construction site of monorail station can be developed as a Transit Oriented Development (TOD) Area which is an area with mixed land use. TOD area is expected to be one of the attractions for commuters to use mass transportation for their needs. This matter will impact a decrease of utility of private transportation and reduction of traffic jam. TOD planning in East Bekasi are based on TOD theory which is formulated by Calthorpe (1993) and urban design theory which is formulated by Shirvani (1985). Proccess of planning includes analyzing Kota Bekasi as macro data, site plan and monorail as micro data, sustainable transportation as the theory, commuter trip, and best practice of TOD in Hong Kong. And then, based on the results of that analysis, the potentials and regional planning issues can be obtained. The main potential is a project for monorail station and the main problems are urban sprawl and traffic jam. Elaboration of the potentials and problems will produce “Development of Area Transit With The Transit Oriented Development Concept to Implement Sustainable Transportation System in 2019\\" planning. This plan emphasizes the provision of mixed use that is integrated with the transportation system (monorail station) and the provision of pedestrian friendly area (pedestrian ways). It will create a city which is livable and walkable. This plan will be the most effective solution for integrated land use and sustainable transportation in Bekasi and Jakarta.
Kata Kunci : Transit Oriented Development (TOD), Planning, Transportation, Land Utility, Urban Design, Sustainable Transportation