Laporkan Masalah

STRATEGI PEMULIHAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT (LIVELIHOOD) MELALUI USAHA EKOWISATA VOLCANO TOUR PASCA BENCANA ERUPSI MERAPI TAHUN 2010

NARULITA AYU SRI KHARISMAWANTI, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A

2014 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Bencana erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Bulan Oktober 2010 hingga Bulan November 2010 menyebabkan dampak baik secara fisik maupun tata sosial ekonomi masyarakat setempat. Bencana tersebut menyebabkan masyarakat di Desa Umbulharjo sebagai daerah yang mengalami kerusakan paling parah, harus melakukan berbagai upaya pemulihan penghidupan mereka dalam jangka panjang. Adanya ekowisata Volcano Tour di kawasan Merapi yang sedang dikembangkan pasca bencana menjadi perangsang masyarakat lokal untuk melakukan recovery secara mandiri dan sebagai strategi masyarakat untuk meningkatkan penghidupan mereka menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeksripsikan perubahan dalam kepemilikan aset, akses dan aktivitas masyarakat pasca bencana erupsi Merapi tahun 2010 dan (2) mengidentifikasi perubahan strategi yang dilakukan masyarakat melalui usaha ekowisata Volcano Tour sebagai pemulihan perubahan penghidupan kedepannya. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Informan yang dipilih yaitu rumahtangga pelaku usaha ekowisata. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan mengenai obyek penelitian berdasarkan data dan variabel yang diperoleh dari informan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, indepth interview untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam, dan penelaahan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana erupsi Merapi tahun 2010 memberikan pengaruh terhadap perubahan kondisi aset, akses dan aktivitas. Aset alam mengalami kerusakan yang berpengaruh terhadap pekerjaan utama para rumahtangga. Kerusakan diantaranya kerusakan lahan kebun, pertanian, ternak, dan kondisi air bersih Saat ini, aset alam sangat mempengaruhi tingginya jumlah wisatawan ekowisata Volcano Tour. Pada variabel aset fisik juga mengalami kerusakan karena sebagian besar rumahtangga hanya mampu membawa kendaraan pribadi pada saat bencana berlangsung sebagai alat evakuasi mandiri. Saat ini aset fisik berpengaruh dalam menentukan jenis usaha yang dilakukan para pelaku usaha Volcano Tour. Variabel aset finansial juga mengalami perubahan akibat bencana. Saat ini, pendapatan rumahtangga mengalami peningkatan karena keberadaan ekowisata. Variabel aset manusia juga sangat mempengaruhi para rumahtangga untuk meningkatkan pendapatan di saat masa krisis. Dan aset sosial berupa relasi juga sangat mempengaruhi cepatnya pemulihan rumahtangga. Sedangkan pada variabel akses yang mengalami kerusakan diantaranya jalan dan air yang mempengaruhi kebutuhan dasar rumahtangga. Akan tetapi bantuan juga diberikan untuk memperbaiki kehidupan pasca bencana. Perubahan strategi sesaat setelah terjadinya bencana banyak dilakukan rumahtangga dengan melakukan pekerjaan serabutan untuk mengumpulkan modal sebelum terjun dalam usaha ekowisata. Strategi pemulihan penghidupan terus dikembangkan untuk mempertahankan pendapatan mereka hingga saat ini yang disesuaikan dengan kapabilitas masing-masing.

The eruptions of Mount Merapi that occurred in October 2010 until November 2010 causes the impact of physical and socio-economic governance of local communities. Umbulharjo village is a village that suffered the most severe damage, the disaster caused Umbulharjo village communities must do their livelihood recovery efforts in the long run. The existence of ecotourism \\\\"Volcano Tour\\\\" in the Merapi area which is being developed into a post-disaster stimulus to local communities to recover independently and as a strategy to improve the livelihoods of their communities for the better. This study aims to (1) describe the change in the ownership of assets, access and community activities after Merapi eruption in 2010 and (2) identify changes in strategy undertaken by the business community ecotourism \\\\"Volcano Tour\\\\" as a change in livelihood recovery in the future. This study was conducted with a sampling technique that is purposive sampling. Informants were selected households ecotourism entrepreneurs. For the analysis technique, descriptive qualitative analysis is used to describes the object of the research is based on data and variables obtained from informants who have been determined in accordance with the purpose of research. Data was collected through observation, indepth interview to get more information on, and review of secondary data. The results showed that the eruption of Merapi in 2010 give effect to changes the condition of assets, access, and activity. Damage including damage to farm lands , agricultural, livestock, and water conditions. Natural assets greatly affect the high number tourists of ecotourism Volcano Tour. In the variable physical assets also suffered damage because most households are only able to bring a personal vehicle to evacuate during a disaster takes place. Nowadays physical assets influential in determining the type of business entrepreneurs Volcano Tour. Variables of financial assets is also changing as a result of the disaster. Currently, household income has increased due to the presence of ecotourism. Human asset variables also affect the household to increase revenue in the current crisis, and social assets in the form of relationships also affect the speed of recovery of household. Variables such damaged access roads and water affecting the basic needs of the household. However, assistance is also provided to improve the lives of post-disaster. Strategy changes shortly after the disaster many households do by doing odd jobs to raise capital before engaging in ecotourism. Livelihood recovery strategies continue to be developed to maintain their income adjusted for each capability.

Kata Kunci : Bencana Erupsi Merapi, Perubahan Strategi Pemulihan Penghidupan, Ekowisata Volcano Tour


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.