FAKTOR YANG MENJADI DAYA TARIK KOPI “JOSS†DI JALAN WONGSODIRJAN KOTA YOGYAKARTA
PRIYAGUNG SAMBODO, Widyasari Her Nugrahandika, ST., M.Sc.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAUrbanisasi di perkotaan semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan minimnya lapangan pekerjaan di desa. Hal ini mengakibatkan banyaknya Sektor informal yang bermunculan di perkotaan. Sektor Informal seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) sangat diminati. Pedagang Kaki Lima ini mempengaruhi visualisasi Kota Yogyakarta, selain dari itu lokasi pedagang tersebut banyak berada di trotoar jalan sehingga mengganggu ketertiban umum. Pedagang Kaki Lima yang banyak di Yogyakarta adalah pedagang angkringan. Pusat angkringan di Yogyakarta yang terkenal ramai adalah Angkringan Kopiâ€Joss†utara di Stasiun Tugu Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fenomena-fenomena diAngkringan Kopi “Joss†sebagai tempat yang banyak dikunjungi. Penelitian ini menggunakan metode deduktif dan pendekatan kualitatif. Dengan metode deduktif kualitatif penulis mengumpulkan teori yang akan menjadi bahan acuan. Data-data diambil dari observasi lapangan dengan menyebarkan kuisioner, mewawancarai pengunjung, dan mendokumentasikan kodisi di lapangan. Penelitian ini mengemukakan bahwa faktor yang menjadi daya tarik di Kopi “Joss†bukan dari fasilitas Ruang Terbuka Publik yang diberikan. Daya Tarik yang ada di Kopi “Joss†adalah factor kenyamanan, sejarah yang sudah lama, harga makanan yang murah, lokasi yang strategis, kuliner yang khas, dan sumber informasi atau iklan yang gencar dilakukan. Hal lainnya yang membuat Kopi “Joss†banyak di kenal adalah karena sudah memiliki Image Identity yang sudah melekat di pikiran masyarakat bahwa lokasi Kopi “ Joss†Hanya ada di JalanWongsodirjan atau StasiunTugu Yogyakarta.
Urbanization in urban areas is increasing every year due to fewer jobs in the village . This resulted in many emerging informal sector in urban areas. Informal sector as street vendor ( PKL ) is in great demand . Street Vendors affects visualization of Yogyakarta , aside from the location of the many traders were on the pavement so disturbing public order . Street Vendors in Yogyakarta is that many traders angkringan . Angkringan center in Yogyakarta is famous bustling Angkringan Kopi \\" Joss \\" north Tugu Station . This study aims to identify the phenomena diAngkringan Kopi \\" Joss \\" as the place visited . This study uses deductive and qualitative approaches . Deductive method with authors collected qualitative theory that will become a reference . The data is taken from field observations by distributing questionnaires , interviewed visitors , and documenting Events on the ground . This study suggests that the factor is the main attraction at the Kopi \\" Joss \\" instead of a Public Open Space facilities are provided. Fascination is in Kopi \\" Joss \\" is a comfort factor , which has long history , the price of food is cheap , convenient location , unique culinary and advertising resources or the incentive to do . Another thing that makes kopi \\" Joss \\" is widely known because it has the Image Identity is already embedded in the public mind that the location of Kopi \\" Joss \\" only in Wongsodirjan street or Station Tugu Yogyakarta .
Kata Kunci : Daya Tarik, Fenomena, Ruang Terbuka Publik, Angkringan Kopi “Jossâ€