PENINGKATAN SENSITIVITAS SEL KANKER KOLON WiDr TERHADAP 5-FLUOROURASIL OLEH FRAKSI ETIL ASETAT KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) MELALUI INDUKSI APOPTOSIS
ANNISA NOVARINA, Dr. Riris Istighfari Jenie.
2014 | Skripsi | FARMASIPaparan agen kemoterapi yang terus menerus menyebabkan turunnya sensitivitas respon sel kanker. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas agen kemoterapi yaitu dengan agen ko-kemoterapi yang dapat berefek sinergis dengan agen kemoterapi sehingga lebih efektif dalam membunuh sel kanker. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap fraksi etil asetat dari tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai agen ko-kemoterapi. Karakterisasi fraksi etil asetat secang (FES) diidentifikasi melalui uji KLT. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan MTT assay, deteksi apoptosis dilakukan dengan metode double staining, serta pengamatan ekspresi cleaved PARP yang merupakan penanda apoptosis melalui metode imunositokimia. Potensi FES dan 5-FU dalam menghambat pertumbuhan sel kanker diketahui melalui nilai IC50. Pengaruh aplikasi kombinasi FES dan 5-FU ditentukan dengan Combination Index (CI) sebagai parameter sinergisitas kombinasi 5-FU dan FES terhadap sel WiDr. Pengaruh induksi apoptosis diketahui melalui hasil pengamatan double staining dan ekspresi cleaved PARP. Profil KLT FES secara visual dengan fase gerak n-heksan, kloroform, metanol, dan asam asetat glasial (1:7:2:1) menunjukkan kandungan brazilein yang dominan pada hRf 81. FES diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker WiDr melalui penurunan viabilitas sel dan perubahan morfologi sel. Nilai IC50 yang didapat sebesar 11 μg/mL dan profil grafik respon menunjukkan penghambatan tergantung dosis. 5-FU yang merupakan agen kemoterapi kanker kolon diketahui memiliki IC50 sebesar 558 μM. Kombinasi FES dan 5-FU menunjukkan efek yang sinergis dengan CI terendah mencapai 0,3 pada dosis 1/10 IC50 FES dan 1/10 IC50 5-FU. Efek sinergis kombinasi keduanya dimungkinkan melalui induksi apoptosis sesuai dengan hasil uji double staining yang menunjukkan peningkatan sel yang mengalami apoptosis. Mekanisme apoptosis yang terjadi melalui peningkatan ekspresi cleaved PARP pada perlakuan kombinasi berdasarkan uji imunositokimia.
Continuous administration of chemotherapy in cancer cells could decrease its sensitivity to chemotherapeutic agent. Strategy to overcome this problem is cochemotherapy with chemoprevention agent which has synergist effect with chemotherapeutic agent to eradicate cancer cells. On this research, we studied ethyl acetate fraction of Caesalpinia sappan L. (EFC) as co-chemotherapeutic agent. EFC was characterized using thin layer chromatography (TLC). Cytotoxic effect of EFC was examined using MTT assay, apoptosis detection using double staining assay, and we observed expression of cleaved PARP as apoptotic protein marker using immunocytochemistry. Potency of EFC and 5-Fluorouracil (5-FU) against WiDr cell lines was identified through IC50 value. Effect of combination 5-FU and EFC was determined form combination index (CI) as parameter of synergist effect from this combination. Apoptosis induction was determined through result from double staining assay and expression of cleaved PARP. Visual TLC profile of EFC with system consist of n-heksan, kloroform, metanol, asam asetat glasial (1:7:2:1) as mobile phase and silika F254 as stationary phase showed EFC contain brazilein as major compound with hRf 81. EFC could inhibit WiDr cancel cells growth through decrease of cells viability and morphology changing. IC50 value of EFC is 11 μg/mL in dose dependent manner. 5-FU as chemotherapeutic agent for colon cancer showed cytotoxic effect with IC50 558 μM. Combination of EFC and 5-FU showed synergist effect with CI value 0,3 at dose ½ IC50 of EFC and ½ IC50 of 5-FU. Synergist effect of this combination is predicted through apoptosis induction that showed in double staining assay result. Apoptosis mechanism was showed through decrease expression of cleaved PARP.
Kata Kunci : ko-kemoterapi, WiDr, Secang (Caesalpinia sappan, L.), kanker kolon, 5- fluorourasil