TERHADAP SARANA DAN PRASARANA HUNIAN TETAP PAGERJURANG, KABUPATEN SLEMAN
GARDYAS BIDARI A, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerimaan masyarakat terhadap sarana prasarana yang ada di hunian tetap. Sarana prasarana yang diteliti adalah masjid, rumah produksi, balai dusun, gedung serbaguna, kandang kelompok, tempat pembuangan sampah terpadu, dan listrik. Lokasi penelitian adalah di Hunian Tetap Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Lokasi ini dipilih karena kaya informasi dan dapat digunakan untuk penelitian secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif. Cara pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan dipilih berdasarkan warga yang mengetahui proses pembangunan sarana prasarana dan pengguna utama sarana prasarana yang diambil secara proporsional dari ketiga blok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat kemenduaan di dalam penerimaan sarana prasarana yang ada di Hunian Tetap Pagerjurang. Sebagian warga mau menggunakan sarana prasarana dan sebagian lagi tidak mau. Kondisi fisik yang bagus, lokasinya yang ada di masing-masing blok, dan ketercukupan sarana prasarana merupakan alasan-alasan mengapa warga mau menggunakan sarana prasarana tersebut. Sebaliknya, warga yang tidak mau menggunakan adalah karena jaraknya yang jauh menurut warga, ketidaktahuan keberadaan sarana prasarana, ketidakjelasan kepemilikan sarana prasarana, dan kekecewaan warga terhadap perubahan siteplan.
The study aims at revealing community’s acceptances on permanent shelter infrastructures. The investigated infrastructures comprise a mosque, workshops, village public halls, a multipurpose building, a group stable, an integrated waste disposal place, and an electrical distribution network. The selected research site is Pagerjurang Permanent Shelter in Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. It is chosen purposively since the site is considered containing information-rich cases for study in-depth This study uses inductive-qualitative research method. The data collection was carried out by field observations, in-depth interviews, and document analyses. The main informants are people who know the development process of the infrastructures and the main users of each infrastructure selected proportionally from three shelter blocks. The research findings show that there are dualism on the acceptance of infrastructures in Pagerjurang Permanent Shelter. Some community members make use of the infrastructures and some others do not. Good physical conditions of the infrastructures, the infrastructures that is built in their own shelter block, and the adequacy of the infrastructures are the reasons why some members of the community willingly make use of the infrastructures. On the contrary, the other ones deny use the infrastructures because the location of the infrastructures is considered quite far from their block, they do not know the presence of some infrastructures, the infrastructure ownership is obscure, and they are disappointed in the site plan changes.
Kata Kunci : Hunian Tetap, Sarana Prasarana, Masyarakat, Kemenduaan, Penerimaan