DINAMIKA PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI: Studi Pada Koperasi Kerajinan Keparakan Mandiri Sejahtera/ KOKKMAS Di Kampung Kerajinan Keparakan Kidul, Yogyakarta
FEBRIANI DWI N, Drs.Soeprapto,SU.
2014 | Skripsi | SosiologiKoperasi merupakan sebuah organisasi yang berbadan hukum dan digunakan sebagai sebuah alat untuk memberi kesejahteraan bagi anggotanya. Pendirian koperasi juga tidak lepas dari motivasi dan tujuan yang mewakili banyak pihak di dalamnya, begitu juga keberadaan KOKKMAS (Koperasi Kerajinan Keparakan Mandiri Sejahtera), KOKKMAS dibentuk untuk menyejahterakan para pengrajin di Keparakan Kidul dengan berbagai macam program yang dicanangkan. Pada dasarnya, KOKKMAS bersifat terbuka untuk seluruh para pengrajin di Keparakan Kidul. Berdiri pada tahun 2010 KOKKMAS hadir dengan visi misi yang digunakan untuk memberikan keuntungan bagi anggotanya. Keberadaan koperasi ini memang sempat membuat para pengrajin antusias karena bantuan modal yang ditawarkan cukup menggiurkan mulai dari modal kredit hingga peralatan produksi. Namun ternyata tidak semua pengrajin tertarik untuk ikut serta dan antusiasme anggotanya juga tidak berlangsung lama sehingga dalam perkembangannya beberapa anggota memutuskan untuk keluar dari koperasi. Dengan latar belakang inilah penulis ingin mengetahui alasan ketidak-ikutsertaan dan keluarnya pengrajin dalam KOKKMAS dan menganalisis dari aspek tinjauan teoritis aktor. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Subjek penelitian adalah para pengrajin di Keparakan Kidul yang tidak ikut serta dalam KOKKMAS. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan informan secara purposive untuk menentukan kriteria informan dengan menggunakan karakteristik tertentu yang dapat memberikan informasi yang diperlukan. Kriteria informan dalam penelitian ini adalah para pengrajin yang tidak ikut serta dalam koperasi serta para pengrajin yang pernah ikut serta dalam koperasi namun keluar dari keanggotaan dan masih berprofesi sebagai pengrajin meskipun keluar. Untuk menganalisis alasan ketidak-ikutsertaan dan keluarnya mereka dalam koperasi, maka peneliti menggunakan teori aksi. Teori aksi milik Peter Hedstorm ini adalah teori D,B,O yaitu teori yang menekankan alasan yang mendasari setiap individu dalam melakukan tindakan meliputi alasan Desires (keinginan), Beliefs (keyakinan atau kepercayaan), dan Opportunities (menu alternatif tindakan). Dalam kondisi tertentu DBO dari individu tersebut juga dipengaruhi oleh DBO aktor lain (interaksi dyadic). Hasil dari penelitian ini menunjukkan alasan ketidak-ikutsertaan pengrajin serta keluarnya pengrajindalam koperasi. Ketidak-ikutsertaan pengrajin disebabkan karena pengrajin memiliki usia usaha yang lebih lama dari KOKKMAS, memiliki konsumen tetap, memiliki galeri sebagai sarana pemasaran produk, serta lebih tenang dalam menjalankan usaha secara mandiri. Keluarnya pengrajin disebabkan karena banyaknya permasalahan yang dihadapi KOKKMAS, ketidaktegasan ketua KOKKMAS, serta saran dan kritik yang diabaikan oleh pengurus. Ketidak-ikutsertaan dan keluarnya pengrajin tersebut menjadikan peran KOKKMAS tidak maksimal. Hal ini terkait dengan ketidakpercayaan mereka terhadap manajemen koperasi yang tidak profesional. Dampak positif tidak bergabungnya mereka dalam KOKKMAS adalah mereka termotivasi untuk mandiri dan tetap eksis dalam menjalankan usahanya. Dampak negatifnya ialah munculnya ketidakharmonisan para pengrajin dengan para pengurus KOKKMAS, dapat dilihat dari menurunnya sosialisasi dan interaksi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : pengrajin, pengurus, koperasi, DBO (desires, beliefs, opportunities)
The cooperative is an organization that were law and give welfare for all members. Establihment of a cooperative is inseparable from the goals of motivations and represents many people on it, so also KOKKMAS (Koperasi Kerajinan Keparakan Mandiri Sejahtera). KOKKMAS was formed to give craftsmen’s welfare in Keparakan Kidul with many programs being run. Basicly, KOKKMAS is open to all craftsmen in keparakan Kidul. KOKKMAS stand in 2010 and attended with the vision of the use to give benefits for all members. The existence of KOKKMAS does make all members excited because they offered ranging for credit and equipments. But it turns out that not all craftsmen interested to participate and enthusiasm members also didn ' t last long that some members decided to step outside. With that background the author want to know the not participate and the discharge of a craftsman in KOKKMAS and analyze of the aspect of theoretical actor. A method of research that used is a method of research qualitative approach eksplanatoris with case study. A subject of study is the craftsmen in Keparakan Kidul who does not partake in KOKKMAS. Researcher used a method of qualitative with adoption of an informer in purposive for determining criteria informer by the use of certain characteristics that can be giving information required. Criteria informer in this research is the craftsmen don ' t participate in cooperative and the craftsmen who never participate in cooperative but out of membership and still as many as craftsmen though out. The researcher used the theory of action to analyze what the reason craftsmen not participate and outside from cooperative. The theory of the action of belonging to peter hedstorm this is the theory , DBO which is the theory that stresses the reason behind every individual in performing an action covering reason ( desires ), belief or credence (belief) and a menu of alternative (opportunities).In a certain condition DBO of individuals are also affected by DBO the other actors (dyadic interaction). The result of this research showing reason not participate in a craftsmen and the discharge of a craftsmen in cooperative. The handicraftsman who not partake in cooperative caused by a craftsmen having the age of business longer than KOKKMAS, they having consumers remains; having the gallery, as a means of its marketing as well as higher in calm run businesses, on their own.The issuance of craftsmen caused because of all of the problems faced by KOKKMAS, chairmans in KOKKMAS is not firmly, as well as advice and criticism that was overlooked by the steward of. It is associated with distrust them against management cooperative is not professional. A positive impact not become the member of them in KOKKMAS is they motivated to be independent and remain in existence in run its business. The impact of the negatives is appearing condition unharmonious the craftsmen with the manager KOKKMAS and it can be seen from the decreasing socialization and their interactions in daily life. Keywords: handicraftsman, manager, cooperative, DBO ( desires, beliefs, opportunities
Kata Kunci : pengrajin, pengurus, koperasi, DBO (desires, beliefs, opportunities