Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN FUNGSI KUNYAH DENGAN COATED TONGUE PADA INDIVIDU LANSIA YOGYAKARTA: Kajian pada Warga Panti Jompo di Yogyakarta

FRAYDA CEMPAKA SARI, drg B. Esti Chrismawaty, M.Kes., M.DSc.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Kemampuan fungsi kunyah merupakan suatu kemampuan menghancurkan makanan sehingga siap untuk dicerna oleh tubuh. Penurunan kemampuan fungsi kunyah kemungkinan terjadi pada lansia karena proses degenerasi seperti perubahan pada sendi temporomandibuler, hilangnya gigi, serta atrofi otot mastikasi. Adanya penurunan kemampuan fungsi kunyah menyebabkan perubahan pilihan jenis makanan, sehingga makanan yang dikonsumsi cenderung lunak. Makanan lunak tidak mampu menghilangkan debris dan material lain yang terbentuk pada permukaan lidah. Hal ini juga berdampak pada penurunan kemampuan knocked off keratin. Kondisi ini dapat menyebabkan coated tongue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan fungsi kunyah dengan coated tongue pada individu lansia Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan metode cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian dilakukan di tiga panti jompo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 92 lansia. Kemampuan fungsi kunyah dinilai menggunakan modifikasi Index of Chewing Ability (ICA) yang ditemukan oleh Leake dan skor coated tongue dinilai menggunakan Shimizu Tongue Coating Index. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis hubungan Spearman Rank Correlation dengan tingkat kepercayaan ( =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya usia, kemampuan fungsi kunyah menurun dan ketebalan coated tongue meningkat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan berarah negatif (p = 0.000; r = -0.521) antara kemampuan fungsi kunyah dan coated tongue. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan kemampuan fungsi kunyah akan diikuti oleh peningkatan ketebalan coated tongue. Kata kunci: penuaan, kemampuan fungsi kunyah, makanan lunak, coated tongue, lansia.

Chewing ability is a process to breaks down foods so it’s ready to be digest. An impairment of chewing ability might be seen in elderly due to degeneration process such as temporomandibular joint alteration, decreasing number of remaining teeth and mastication muscle atrophy. Inability to chew lead to food selection changes to softer food diet. Soft foods are not able to abrade debris and other materials from dorsal surface of the tongue. It will decreasing knocked off of keratin in tongue dorsum. This condition may result coated tongue. The aim of this study was to know the relationship between chewing ability and coated tongue on elderly in Yogyakarta. This obsevational analytic study with cross sectional approach was conducted in three nursing homes in Yogyakarta. The sample were selected by using consecutive sampling technique. A total of 92 subjects that fulfill of inclusion and exclusion criteria. The assessment of chewing ability was conducted using modification from Index of Chewing Ability by Leake and the assessment of coated tongue was conducted using Zhimizu Tongue Coating Index. The data was analyzed by Spearman Rank Correlation ( =0,05). In this study showed that chewing ability decrease with an ageing but the density of coated tongue increased. Statistic analysis indicate that there are a significant, strong, and negative correlation between chewing ability and coated tongue (p=0.000; r=-0.521). It is concluded that the reduction of chewing ability lead up the thickened of coated tongue in elderly. Keywords: ageing, chewing ability, soft foods, coated tongue, elderly.

Kata Kunci : penuaan, kemampuan fungsi kunyah, makanan lunak, coated tongue, lansia.penuaan, kemampuan fungsi kunyah, makanan lunak, coated tongue, lansia.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.