Laporkan Masalah

DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SIWAK (Salvadora persica) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR TERHADAP Pseudomonas aeruginosa

SADIYAH, drg. Diatri Nari Ratih, M. Kes, Ph. D., Sp. KG.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Perawatan saluran akar merupakan perawatan yang bertujuan untuk mempertahankan gigi vital atau gigi nekrosis. Salah satu langkah dalam proses perawatan saluran akar adalah irigasi saluran akar untuk membersihkan saluran akar dari jaringan pulpa nekrosis, debris dentin, bakteri dan produk bakteri. Bakteri Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri gram positif yang terdapat di saluran akar yang terinfeksi. Ekstrak siwak memiliki daya antibakteri terhadap beberapa bakteri gram positif dan gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak kayu siwak sebagai bahan irigasi saluran akar terhadap bakteri P. aeruginosa. Ekstrak siwak yang telah diencerkan menjadi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50% serta larutan kontrol positif Chlorhexidine 2% dan aquades sebagai kontrol negatif diteteskan ke dalam lubang sumuran pada cawan petri yang berisi media agar dan bakteri. Masing-masing larutan uji terdiri dari 6x pengulangan. Media yang telah selesai ditetesi larutan uji kemudian diinkubasi selama 24 jam di dalam inkubator bersuhu 37 0C. Setelah diinkubasi kemudian diukur zona radikal yang terbentuk di sekitar lubang sumuran dengan menggunakan jangka sorong. Data hasil pengukuran dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kayu siwak konsentrasi 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50% memiliki luas zona radikal berbeda-beda. Beberapa hubungan antara dua kelompok larutan uji menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kayu siwak konsentrasi 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50% memiliki daya antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, konsentrasi 50% memiliki daya antibakteri paling baik. Kata kunci : Siwak, Perawatan saluran akar, P. aeruginosa

Root canal treatment is a treatment that aims to maintain vital tooth or necrosis tooth. One of step in the root canal treatment process is root canal irrigation. The purpose of irrigation is for cleaning the root canal from necrotic pulp tissue, the dentine debris, the bacteria and the bacterial products. Pseudomonas aeruginosa is one of the gram-negative bacteria, which is found in infected root canals. The siwak extract has antibacterial ability against some gram-positive and gram-negative bacteria. This study is aimed to determine the optimum antibacterial ability of the siwak extract as root canal irrigation compound. Siwak extract diluted to a concentration of 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50%, and a solution of 2% Chlorhexidine as a positive control and distilled water as a negative control were dropped into agar wells in a petri dish containing agar medium and bacteria. Each test solution was done in six times repetition. Agar mediums that have been filled with the test mediums in the agar wells were then incubated for 24 hours with a temperature of 370C. After incubation, the radical zone formed around the agar wells were measured by used a vernier caliper. Measurement data were analyzed with Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test. The results showed that siwak extracts with concentration 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50% have different radical zone area. Relationships between two groups of test solution showed a significant difference (p <0.05). The conclusion of this study is siwak extract concentrations of 10%, 15%, 20%, 30%, 40%, 50% has antibacterial ability against Pseudomonas aeruginosa, with the 50% concentration having the best antibacterial ability. Key word : Siwak, Root canal treatment, P. aeruginosa

Kata Kunci : Siwak, Perawatan saluran akar, P. aeruginosa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.