Laporkan Masalah

UPAYA DIPLOMATIK JEPANG DAN KOREA SELATAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PULAU TAKESHIMA

KASOGI W.P, Stedi Wardoyo, S.S., M.A.

2014 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Masalah perebutan/klaim suatu kepulauan oleh beberapa negara memang menjadi masalah yang rumit. Klaim suatu negara terhadap suatu wilayah negara lain sering kali menimbulkan konflik yang berujung pada memburuknya hubungan antara negara yang sama-sama memiliki klaim atas wilayah yang sama. Status Pulau Takeshima di antara Korea Selatan dan Jepang yang dipersengketakan kedua negara adalah status kedaulatannya, di mana kedua negara mengklaim berdasarkan konektivitas secara geografis dan historis atas kepemilikan pulau tersebut. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah deskriptif analisis yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena upaya diplomatik Jepang dan Korea Selatan dalam menyelesaikan sengketa dua negara atas klaim Pulau Takeshima. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan data dengan mencari data-data dari kepustakaan buku, informasi-informasi berdasarkan telaah literatur atau referensi baik yang bersumber dari artikel-artikel, majalah, surat kabar, jurnal, buletin-buletin, internet maupun catatan-catatan penting mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti oleh penulis. Dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses hubungan diplomatik Korea Selatan-Jepang dalam penyelesaian sengketa Pulau Takeshima yang ditandai dengan adanya negosiasi dan pertemuan pimpinan kedua negara. Masalah status kedaulatan Pulau Takeshima dianggap sebagai suatu upaya yang serius yang berimplikasi pada hubungan baik dan kerjasama kedua negara yang saling ketergantungan satu sama lain, mengingat hingga saat ini konflik tersebut belum dapat diselesaikan. Kata kunci: sengketa pulau Takeshima, status kedaulatan pulau Takeshima, hubungan diplomatik Jepang dan Korea Selatan

Deterioration of relations between two countries which have the same claims to the same region often cause conflict. The main dispute of Takeshima Island (Liancourt Rocks) claims between South Korea and Japan are its sovereignity status, in which both countries makes claim based on the geographical and historical connectivity over ownership of the island. The main purpose of this research is to know how Japan’s and South Korea’s diplomatic efforts in resolving the Takeshima Island dispute. The method used in conducting this research is the Inferential Statistic that aims to describe the phenomenon of the diplomatic efforts between Japan and South Korea in resolving the dispute over Takeshima Island claims. The data collection used in this method consist of literature study, articles, magazines, newspapers, journals, and newsletters. The Internet is also an important source on matters relating with the issues being examined by the author. As a conclusion of this research, negotiation between Japan and South Korea is one of the main diplomatic efforts to resolve the dispute over Takeshima Island. Meetings between leaders of both countries also played an important role for good relations and cooperation between both countries despite the inability to resolve this conflict at current times. Keywords: Takeshima Island’s dispute, sovereignty status of Takeshima Island, diplomatic relations between Japan and South Korea

Kata Kunci : sengketa pulau Takeshima, status kedaulatan pulau Takeshima,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.