KARAKTERISTIK LAPIS ASPAL BETON (LASTON) YANG MENGGUNAKAN MIKROENKAPSULASI SEBAGAI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN PEREMAJA SOLAR
ELIZA WINASRIKA A, Ir. Heru Budi Utomo, MT.
2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILSelf healing materials merupakan suatu bahan yang dapat memperbaiki sendiri kerusakan yang dialami bahan tersebut, yang diperoleh dengan menanamkan bahan peremaja (solar) ke suatu bahan (batu apung). Lapisan aspal beton (Laston) merupakan campuran agregat halus dan agregat kasar, dan bahan pengisi (filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi panas yang tinggi. Campuran laston kali ini menggunakan agregat dari batu pecah dicampur dengan mikroenkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan memproduksi mikroenkapsulasi, memanfaatkan mikroenkapsulasi sebagai campuran agregat pembuatan beton aspal, mengetahui sifat dan karakteristik laston dengan pengujian marshall, dan mengetahui karakteristik laston yang menggunakan mikroenkapsulasi sebagai agregat halus. Proses awal pembuatan mikroenkapsulasi adalah proses enkapsul (pembuatan inti) dilanjutkan dengan proses pelapisan (coating), dan proses pembuatan cangkang atau dinding. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian marshall untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat, membuat benda uji dengan mikroenkapsulasi dan tanpa mikroenkapsulasi dengan kadar aspal optimum yang sudah didapat, yang selanjutnya dilakukan pengujian marshall kembali. Pada pengujian marshall untuk mendapatkan kadar aspal optimum gagal atau dengan kata lain tidak didapat kadar aspal optimum, sehingga digunakan kadar aspal optimum pada umumnya. Hasil pengujian menunjukkan benda uji dengan campuran mikroenkapsulasi mempunyai nilai stabilitas lebih kecil dibanding dengan benda uji tanpa mikroenkapsulasi.
Self healing materials is a material that can repair the damage itself, obtained by implanting fluxing materials (diesel) to material (pumice stone). Asphalt concrete (Laston) is a mixture of fine aggregate and coarse aggregate, and filler with asphalt in high heat temperature. Laston in this research using a mixture of crushed stone aggregate mixed with microencapsulation. This research aims to determine how to manufactured and produce microencapsulation, utilizing microencapsulation as the manufactured of asphalt concrete aggregate mix, knowing the nature and characteristics of laston by marshall test, and knowing the characteristic of aspalth concrete using microencapsulation as fine aggregate. The first step of manufacturing process is making the core, then coating process, and making a shell or wall process. The next step is marshall testing to obtain optimum bitumen content (KAO). After the KAO obtained, making the specimen with and without microencapsulation with optimum bitumen content that has been obtained, then testing marshall again. In the testing marshall to obtain optimum bitumen content failed or otherwise can’t be obtained the optimum bitumen content, so use the bitumen content in general. The test results showed of the specimen with a mixture of microencapsulation has a small value than the stability of the test specimen microencapsulation.
Kata Kunci : self healing materials, batu apung, solar, Laston, Mikroenkapsul, aspal, Marshall