Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA NUTRITION LITERACY DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA PEGAWAI UGM

ANINDITA DWI PUTRANTI, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes.

2014 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang : Permasalahan anemia masih banyak ditemukan di Indonesia. Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7%. Anemia sering terjadi pada golongan rawan seperti balita, wanita usia subur dan juga pekerja. Beberapa penyebab langsung dari anemia adalah adanya pendarahan secara langsung, peningkatan kebutuhan tubuh akan zat besi, dan defisiensi berbagai zat gizi seperti zat besi, protein, dan vitamin C. sedangkan penyebab tidak langsung dari anemia adalah jenis kelamin, umur, pendidikan, pengetahuan, dan sosial ekonomi. Anemia memiliki berbagai dampak kesehatan, salah satunya penurunan produktivitas pekerja. Nutrition literacy sangat erat hubungannya dengan pengetahuan gizi seseorang, yang nantinya akan mempengaruhi seseorang dalam pembuatan keputusan mengenai kesehatannya. Baik maupun buruk pengetahuan gizi mereka dapat diketahui melalui asupan mereka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nutrition literacy dengan kejadian anemia pada pegawai UGM yang melakukan general check-up di GMC Health Center. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 97 orang yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling pada pegawai UGM yang melakukan general check-up di GMC Health Center. Variabel penelitian ini adalah nutrition literacy, asupan protein, zat besi, vitamin C, dan anemia. Data nutrition literacy diambil menggunakan kuesioner NLAI. Data asupan protein, zat besi, dan vitamin C diperoleh dengan wawancana menggunakan SQFFQ. Kadar hemoglobin diperoleh dari data general check-up yang melakukan pemeriksaan darah lengkap. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji fisher’s dan untuk uji korelasi menggunakan uji spearman. Hasil : Tidak terdapat hubungan bermakna antara nutrition literacy dengan kejadian anemia (p>0,05). Terdapat hubungan bermakna antara nutrition literacy dengan asupan zat besi, serta asupan zat besi dengan anemia (p<0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara nutrition literacy dengan asupan protein dan vitamin C (p>0,05).. Tidak ada hubungan bermakna antara asupan protein dan vitamin C dengan anemia (p>0,05). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara nutrition literacy dengan kejadian anemia pada pegawai UGM. Kata Kunci : Anemia, Nutrition Literacy, Asupan

Background : Anemia is the most common deficiency in Indonesia. The prevalence of anemia in Indonesia is 21,7%. Children, women, and worker are the group risk of anemia. Contributing factors which may cause anemia are sudden lost of blood, increased body requirement, and deficiency some nutrition such as iron, protein, and vitamin C. The other contributing factors are gender, age, education, knowledge, and social economic. Decresed work capacity is one health consequences of anemia. Nutrition literacy is related to someone knowledge about nutrition and it needed to make appropriate health decisions. Someone nutrition knowledge can be observed based on someone dietary intake. Aim : The aim of this study is to determine the relationship between nutrition literacy and anemia among staff of Universitas Gadjah Mada which doing general check up at GMC Health Center. Methods : The study was observational with cross sectional design. Subjects for the study were 97 peoples which were selected using consecutive method sampling on staff of Universitas Gadjah Mada who did general check up at GMC Health Center. Variabel for this study were nutrition literacy, protein intake, iron intake, vitamin C intake, and anemia. Nutrition literacy was obtained by filling nutrition literacy assessment instrument (NLAI) questionnaire. Protein, iron, and vitamin C intake were obtained by filling semi quantitative-food frequeny questsionnaire (SQFFQ). Hemoglobin levels were obtained from general check up data. Relationship analyze using fisher’s test and correlation analyze using spearman test. Results : There is no relationship between nutrition literacy and anemia (p>0,05). There is a relationship between nutrition literacy and iron intake, and also between iron intake and anemia (p<0,05). There is neither relationship between nutrition literacy and protein intake nor between nutrition literacy and vitamin C (p>0,05). There is neither relationship between protein intake and anemia nor vitamin C intake and anemia (p>0,05). Conclusion : There is no relationship between nutrition literacy and anemia among staff of Universitas Gadjah Mada. Keywords : Anemia, Nutrition Literacy, Dietary intake

Kata Kunci : Anemia, Nutrition Literacy, Asupan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.