Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS SENTRAL, ASUPAN ENERGI, LEMAK DAN NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI

SYEFIRA SALSABILA, Toto Sudargo, SKM, M.Kes.

2014 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah umum kesehatan yang memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Seiring dengan berjalan waktu, hipertensi akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Hipertensi disebabkan oleh adanya interaksi dari berbagai macam faktor risiko.Salah satu faktor risiko yang menyebabkan terjadinya hipertensi merupakan obesitas yang bisa di sebabkan oleh asupan makanan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara obesitas sentral, asupan energi, lemak dan natrium dengan hipertensi. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di GMC Health Center pada bulan Februari sampai April 2014.Jumlah sampel terkumpul sebanyak 110 responden yang melakukan medical check up di GMC Health Center dengan metode consecutive sampling.Data obesitas sentral didapat dengan mengukur lingkar pinggang sedangkan data asupan energi, lemak dan natrium didapat dari wawancara dengan menggunakan kuesioner food frequency. Analisis dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat dengan menggunakan chi square test dan multivariat dengan menggunakan tes resgresi logistik. Hasil : Hasil dari test chi square menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara obesitas sentral dengan hipertensi (RP = 1,36, CI 95% 0,15 – 0,85 and p = 0,017), asupan lemak dengan hipertensi (RP = 2,64 , CI 95% 1,08 – 6,44 and p = 0,03) dan asupan natrium dengan hipertensi (RP = 2,96 , CI 95% 1,25 – 6,97 and p = 0,012). .tidak ada hubungan signifikan antara asupan energi dengan hipertensi ( RP = 0,5 , CI 95% 0,22 – 1,17 and p = 0,11). Hasil dari analisis regresi logistik menunjukkan bahwa asupan lemak merupakan faktor dominan yang menyebabkan kejadian hipertensi dalam penelitian ini. Kesimpulan :Obesitas sentral, asupan lemak dan natrium merupakan faktor risiko kejadian hipertensi.

Backgrounds: Hypertension is one of public health problem with high prevalence in Indonesia. In the future, hypertension may increase number of morbidity and mortality. Hypertension is caused by the interaction of various risk factor. One of the factors causing hypertension is obesity and food intake. Objective: To know the relationship between central obesity, energy, fat, and natrium intake with hypertension. Method: This study is observational with the cross sectional design. This study was collectedat GMC Health Center Yogyakarta in February until April 2014. Sample collected using consecutive sampling method with 110 respondent who did the general check up at GMC Health Center. Data of central obesity using waist circumference. Data energy, fat and natrium intake was got by using food frequency. Analysis was carried out in stages include univariate analysis, bivariate analysis using chi square test, and multivariate analysis using logistic regression test. Result : Result of this study shows that 62,7% of the subject had central obesity, 28,2% of the subject had hypertension. The result of chi square test showed that central obesity had significant association with hypertension (RP = 1,36, CI 95% 0,15 – 0,85 and p = 0,017), fat intake with hypertension (RP = 2,64 , CI 95% 1,08 – 6,44 and p = 0,03), natrium intake and hypertension (RP = 2,96 , CI 95% 1,25 – 6,97 and p = 0,012). There is no significant association energy intake with hypertension ( RP = 0,5 , CI 95% 0,22 – 1,17 and p = 0,11). The result of logistic regression showed that fat intake was dominant risk factor for the prevalence of hypertension. Conclusion: Central obesity, fat and natrium intake were a risk factors for hypertension

Kata Kunci : Hipertensi, asupan makan, obesitas sentral


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.