Laporkan Masalah

FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT: STUDI KUALITATIF PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ANTIRETROVIRAL LINI KEDUA DI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

INDAH SHINTAWATI, Anna Wahyuni Widayanti, M. PH., Apt.

2014 | Skripsi | FARMASI

Penggunaan antiretroviral (ARV) pada pasien dengan hasil tes HIV positif merupakan upaya untuk memperpanjang umur harapan hidup ODHA. Adanya ketidakpatuhan terhadap terapi ARV dapat memberikan efek resistensi obat sehingga ODHA harus berpindah regimen terapi ke ARV lini kedua, di mana kepatuhan merupakan kunci utama sebab belum tersedia ARV lini ketiga di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan pasien HIV/AIDS di DIY dalam menggunakan obat antiretroviral lini kedua dan mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung terhadap kepatuhan penggunaan obat antiretroviral lini kedua. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap responden di provinsi D.I Yogyakarta. Tema sentral dalam penelitian ini meliputi data demografi responden, pengetahuan responden, riwayat pengobatan pasien, kepatuhan pasien, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan, dan pengaruh pendampingan LSM Victory Plus. Data hasil wawancara dianalisa berdasarkan Health Belief Model (HBM). Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa lima responden patuh dan dua lainnya tidak patuh dalam mengkonsumsi ARV lini kedua. Faktor pendukung kepatuhan pengobatan meliputi pengetahuan ODHA mengenai perkembangan HIV/AIDS, kondisi kesehatan yang membaik setelah melakukan pengobatan, dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan, serta komitmen ODHA untuk terus menjalani pengobatan. Faktor yang menghambat kepatuhan pengobatan meliputi hambatan dalam mengkonsumsi obat (bentuk fisik dan efek samping obat), pandangan negatif dari masyarakat yang dirasakan oleh ODHA, dan ODHA yang tidak merasakan keparahan atas kondisi kesehatannya.

The use of antiretroviral (ARV) in positive HIV test result patients was an attempt to prolong the life expectancy of People Live with HIV/AIDS (PLWHA). Incompliance of ARV Therapy can caused ARV resistance that PLWHA should move to second line antiretroviral therapy, where adherence is the most important thing because there isn’t third line antiretroviral therapy in Indonesia. The purpose of this study was to determine the compliance of patient with HIV/AIDS winth second line antiretroviral therapy in DIY province and to identify supporting and inhibiting factors of adherence to the use of second line antiretroviral therapy. This study was qualitative study. Data were collected through interview with respondents in DIY province. The central theme of this study included demographic data of respondents, respondent’s knowledge, patient’s medical history, patient’s compliance, factors that affected patient’s compliance, and the influence of LSM Victory Plus assistance. Interview data were analyzed by Health Belief Model. The result of his study was known that five patients compliance to the therapy and two other patients incompliance to the second line antiretroviral therapy. Supporting factors of patients compliance included patient’s knowledge oabout HIV/AIDS, improved health condition after traetment, family, health workers, and environtment support, and commintment to undergo the treatment. Inhibiting factors of patient’s compliance included barriers (physical form and side effect of drug), stigma from society, and patients who do not feel the severity of their health conditions.

Kata Kunci : HIV/AIDS, kepatuhan, antiretroviral lini kedua, Health Belief Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.