Laporkan Masalah

STRATEGI SURVIVALPETANI DALAM PENGOLAHAN LAHAN PASIR: Studi Kasus Tiga Petani Gurem di Lahan Pasir Dusun Bugel II, Kulon Progo

ARIEF RAMADHAN, Dr. Bambang Hudayana, M.A.

2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Sempitnya lahan pertanian menjadi permasalahan petani ketika pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin pesat. Petani senantiasa memilih suatu strategi adaptasi yang mampu membawa mereka menuju pada akses ekonomis untuk mengolah dan mengelola segala sumber daya alam yang ada. Hal inilah yang dilakukan petani Dusun Bugel II, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan suatu gambaran atau deskripsi mengenai kelangsungan usahatani petani gurem di lahan pasir. Penelitian ini juga berusaha untuk menjelaskan berbagai macam permasalahan yang dihadapi petani dan strategi mereka untuk menghadapi masalah-masalah di lahan pasir. Penelitian ini fokus pada tiga informan petani gurem di Dusun Bugel II dalam menghadapi permasalahan pertanian. Ketiga informan dipilih dengan kategori kepemilikan lahan kurang dari 1.250 m2 dan memiliki tingkat ekonomi rumah tangga yang lemah. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan strategi petani gurem dalam menghadapi masalah. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November hingga Oktober tahun 2013 dengan cara observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Petani dihadapkan pada lahan pertanian yang semakin berharga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Lahan pasir menjadi media alternatif sebagai lahan pertanian meskipun dianggap sebagai daerah yang marginal karena masalah ekologis seperti tingkat kesuburan tanah yang rendah, panas, kurangnya air tanah dan kencangnya angin laut yang dapat dengan mudah merusak tanaman. Selain itu, lahan pasir tentu membutuhkan pengelolaan yang lebih intensif baik pada modal dan tenaga kerja. Terlebih lagi petani gurem memiliki keterbatasan pada modal berupa tanah, dan modal tetap lainnya seperti bibit, pupuk dan tenaga kerja sebagai proses awal pengelolaan pertanian. Hasil pertanian utama mereka adalah cabai dan semangka serta beberapa sayuran yang tergolong sebagai komoditas komersial dengan hasil dan harga yang tidak mampu diprediksi. Kata kunci : petani gurem, lingkungan, modal, strategi

The decresing of agricultural lands has become problems for peasant when population growth rapidly. Peasant always choose an adaptation strategy that is able to bring them to the aconomical access for processing and managing all of the natural resources. Those are what peasant do in Bugel II Village, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. This research try to provide an overview or a description the continuity of smallholders farming in the sandy land. This study is also goingto explain some problems which faced by the peasant and their strategies for dealing with these problems in sandy land. This study focus on three smallholders in Bugel II Village to face agricultural problems. All informant were choosen by land ownership which is less than 1.250 m2 and poor household economic categories. Qualitative method was used in this study to explain the smalholders strategy for faces the problems. Data were collected in November until October 2013 with participant observation and in-depth interview. Peasant are faced with the increasingof valuable farm land for their subsistence. Sandy land become an alternative media as agricultural land although regarded as marginal areas because ecologies problems such as fertility level is low, hot, lack of ground water and sea wind was racing so fast that can be easily destroyed crops. Based on that, sandy land requires more intensive management both on capital and labor. Especially, smallholders have limited capital in the form of land and other fixed assets sucs as seeds, fertilizer and labor as the initial process of farm management. Their main agricultural products are chili, watermelon and vegetables which classified as commercial commodities with output and price that can not be prediction. Keywords : smallholders, the environment, capital, strategy

Kata Kunci : petani gurem, lingkungan, modal, strategi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.