PENGARUH INTERVAL PENCUPLIKAN DATA PASANG SURUT TERHADAP KONSTANTA HARMONIK PASANG SURUT (Studi Kasus Data Pasut Sadeng)
MUHAMAD SAYDUL BILAD, Abdul Basith S.T, M.Si, Ph.D
2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESIPasang surut (pasut) laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Informasi mengenai karakteristik dan sifat pasut dapat diperoleh setelah melakukan analisis harmonik pasut yang menghasilkan nilai konstanta harmonik pasut.Pada umumnya analisis harmonik pasut menggunakan data pasut dengan interval pencuplikan selama 1 jam, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan pencuplikan data pasut dengan interval pencuplikan lebih dari 1 jam.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana interval pencuplikan data pasut berpengaruh terhadap nilai konstanta harmonik pasut di stasiun pasut Sadeng, Yogyakarta. Dalam penelitian ini mengambil data pasut dari IOC (Intergoverment Oceanographic Comission) selama 369 hari sesuai hasil hitungan periode sinodik. Data ini dikelompokkan berdasarkan interval pencuplikannya, yaitu interval 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam, dan 12 jam. Konstanta pasut yang dihitung adalah komponen M2, S2, KI, O1, P1, K2, N2.Komponen harmonik yang dilibatkan dalam hitungan adalah komponen utama diurnal (O1, P1, K1) dan komponen semi-diurnal (M2, S2, K2, N2). Pada data ditemukan adanya spike dan data kosong yang kemudian diinterpolasi nilainya menggunakan metode interpolasi cubic spline. Prinsip aliasing harus diterapkan pada komponen harmonik dengan frekuensi diluar kisaran frekuensi utamasebelum dilakukan analisis harmonik pasut. Analisis harmonik pasut dilakukan untuk setiap kelompok data menggunakan kode program analisis harmonik pasut oleh tim oceanografi Institut Teknologi Bandung yang dioperasikan dengan perangkat lunak MatLab.Hasil perhitungan analisis harmonik pasut selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kualitas nilai konstanta harmonik pasutnya. Analisis yang dilakukan meliputi analisis perbedaan signifikansi nilai amplitudo dan beda fase dari tiap kelompok data terhadap data dengan interval pencuplikan 1 jam. Analisis harmonik pasut dengan interval pencuplikan 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 5 jam menghasilkan nilai amplitudo yang konsisten.Adapun untuk nilai beda fasenya terjadi perbedaan nilai yang sifatnya ritmik dan spesifik untuk setiap komponenmengacu pada interval pencuplikan 1 jam. Interval pencuplikan 6 jam dan 12 jam menghasilkan nilai amplitudo dan beda fase yang tidak konsisten bahkan ekstrim.Hal ini disebabkan karena adanya fenomena aliasing dan kesamaan periode komponen dengan interval pencuplikan data pasut.Bila dikehendaki menggunakan interval pencuplikan data selain interval pencuplikan 1 jam, namun kurang dari 6 jam, maka direkomendasikan menggunakan interval pencuplikan data selama 5 jam, karena menghasilkan nilai amplitudo yang konsisten dan nilai beda fasenya harus dikoreksi dengan bilangan yang ritmik mengacu pada interval pencuplikan 1 jam, dengan catatan sudah ada data dengan interval pencuplikan 1 jam untuk mengetahui perbedaan fasenya yang ritmik.
Tidal movement is a phenomenon of rise and fall of sea levels periodically caused by a combination of gravitation force and drag force of astronomical objects, especially by sun, earth and moon. Information on tidal characteristics can be obtained through tidal harmonic analysis that generates harmonic constituents. In general, tidal harmonic analysis uses sampling interval of 1 hour.However, it is does not rule out using tidal data sampled other then 1 hour. This research is intend to evaluate the effects of various sampling interval of tidal data on the respective of the harmonic constante. This research used tidal data from IOC (Intergoverment Oceanographic Comission) taken during the 369 days according to the results of sinodic period. This data was grouped into 7 groups based on different sampling interval namely 15 minutes, 30 minutes, 1 hour, 2 hours, 4 hours, 5 hours, 6 hours, and 12 hours. Harmonic constants were calculated is M2, S2, KI, O1, P1, K2, N2. Konstituent harmonics are use in analysis harmonic are main diurnal konstituent (O1, P1, K1) and semi-diurnal constituents (M2, S2, K2, N2) . There are spike and empty data from early evaluation of tidal data. Spike and empty data were replaced using interpolated data from cubic spline interpolation. Aliasing principle should be applied to the harmonic components with frequencies outside the range of the nyquist frequency before tidal harmonic analysis performed. Harmonic analysis was performed on each group of data using tidal harmonic analysis program code by the oceanography team Institute Technology of Bandung. The results of tidal harmonic analysis was then analyzed to determine the quality of the harmonic constituents. Analysis was conducted on the significance analisis of differences in the value of the amplitude and phase difference for each group of data to the data with a sampling interval of 1 hour. Tidal harmonic analysis with a sampling interval of 15 minutes, 30 minutes, 1 hour, 2 hours, 4 hours, and 5 hours producesconsistent amplitude values, while the values of phase difference indicate rhythmic difference and specific values to each component refers to the sampling interval 1 hour. Sampling interval of 6 hours and 12 hours resulted in the value of the amplitude and the phase difference isinconsistent even extreme.This is due to the phenomenon of aliasing and commonality of components with periods of sampling interval. If desired to use interval data sampling other than 1 hour but less than 6, it is recommended to use the data sampling interval for 5 hours, because this data still produce a consistent amplitude, however phase different should be correct using incrementally ritmik value refer to 1 hour of sampling interval,with notes already exists data sampling interval 1 hour that used to determine the rhythmic phase difference.
Kata Kunci : interval pencuplikan, konstanta harmonik