Laporkan Masalah

PENGARUH PUPUK NPK TERHADAP SERAPAN N DAN HASIL BEBERAPA KULTIVAR PADI PADA BUDIDAYA SRI DI VERTISOL KULON PROGO

DYAH PRASETYANINGTYAS, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS., M.Agr. Sc.

2014 | Skripsi | ILMU TANAH

Produksi padi dari tahun ke tahun semakin menurun, sedangkan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat. Oleh karena itu perlu digunakan teknik budidaya padi yang sangat potensial dalam meningkatkan produksi padi yaitu Budidaya Padi SRI (System of Rice Intensification). Penelitian bertujuan untuk mengetahui serapan N dalam penggunaan pupuk yang berbeda pertumbuhan dan produktivitas dari empat kultivar padi pada metode SRI. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai bulan Maret 2013 lahan sawah Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perlakuan yang diberikan terdiri dari dua, yaitu perbedaan kultivar padi dan perbedaan pemberian pupuk anorganik dan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Mekongga dengan perlakuan pupuk dasar + pupuk anorganik + pupuk organik memiliki gabah kering panen yang tertinggi yaitu sebesar 8,10 ton/hektar. Kultivar Padi memiliki tingkat serapan nitrogen yang berbeda, dan kultivar Cibogo dengan perlakuan pupuk dasar + pupuk anorganik + pupuk organik memiliki tingkatan serapan nitrogen yang tertinggi yaitu 0,276 gram/rumpun.

Rice production from year to year is declining, while the number of people in Indonesia increase. Therefore it is necessary to use cultivation techniques of Rice Cultivation SRI (System of Rice Intensification) for increasing plant growth production.This experiment aimed to determine the uptake of nitrogen and productivity of four rice cultivars in SRI method. This experiment had been conducted in December 2012 – March 2013 in Vertisol Ngestiharjo Village, Wates District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta. The treatments consists of four rice cultivars and organic-inorganic fertilizer. The results showed that yields of Mekongga cultivar with organic-inorganic fertilizer treatment was the highest (8.10 t/ha). The rice cultivars had different levels of nutrient uptake. Cibogo cultivar with inorganic-organic fertilizer treatment had the highest uptake levels of nitrogen (0.276 g/clump).

Kata Kunci : kultivar, nitrogen, pupuk, serapan, SRI.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.