MONITORING DAN EVALUASI INDEKS KINERJA SISTEM IRIGASI DI DAERAH IRIGASI PLOSOWARENG KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH
IRVAN DESTIAWAN PRIANGGARA, Ir. Wisnu Wardana, MS.
2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANSalah satu permasalahan yang ada pada kinerja sistem irigasi yaitu mengenai operasi dan pemeliharaan (OP). Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang belum sesuai dengan pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi menyebabkan tidak meratanya distribusi air pada tiap-tiap daerah irigasi, ditambah dengan adanya pergantian kewenangan dari Kabupaten Klaten menjadi Provinsi Jawa Tengah menyebabkan terjadinya perubahan pada indeks kinerja di D.I Plosowareng. Adanya monitoring dan evaluasi, maka akan dapat diketahui baik tidaknya sistem irigasi di D.I Plosowareng. Kegiatan dari monev mengenai kinerja sistem irigasi akan menjadikan kinerja sistem irigasi tetap terjaga dan kebutuhan air dapat terpenuhi. Mengacu pada Permen RI No. 20 tahun 2006 tentang Irigasi pada pasal 65 mengenai pengelolaan aset irigasi yang berisi bahwa pengelolaan aset irigasi mencakup inventarisasi, perencanaan pengelolaan, pelaksanaan pengelolaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil dari monev indeks kinerja sistem irigasi di D.I Plosowareng dalam 5 tahun terakhir mengalami trend yang cukup berfluktuasi. Berdasarkan analisis menggunakan formulir Indeks Kinerja Sistem Irigasi pada Blangko Lampiran Permen PU No. 32/PRT/M/2007, indeks kinerja sistem irigasi di D.I Plosowareng pada tahun 2009 sampai 2013 termasuk dalam kriteria kurang baik. Berdasarkan analisis dengan Fuzzy Set Theori, indikator paling dominan yaitu pada produktivitas tanam. Sedangkan indikator tidak dominan yaitu pada sarana penunjang. Kata Kunci: Indeks Kinerja Sistem Irigasi, Monitoring dan Evaluasi, Fuzzy Set Theori
One of the problems exist in irrigation system performance that is hitting maintenance and operation. Execution of maintenance and operation which not yet as according to guidance of maintenance and operation of irrigation network cause do not flatten it distribution irrigate at every irrigation area, added with existence of commutation of authority of Klaten Regency become Province Central Java cause the happening of change at performance index in irrigation area of Plosowareng. Existence of evaluation and monitoring, hence will be able to know by goodness do not it irrigation system in irrigation area of Plosowareng. Activity of evaluation and monitoring concerning irrigation system performance will make irrigation system performance remain to awake and amount of water required earn fufilled. Relate at Regulation Of Minister Republic Of Indonesia Number 20 year 2006 about Irrigation at section 65 hitting management of containing irrigation asset that management of irrigation asset include, cover stocktaking, planning of management, execution of management, and evaluation. Based to result of from evaluation and monitoring make an index to irrigation system performance in irrigation area of Plosowareng in 5 natural the last year of trend which enough have fluctuation. Based to analysis use form Make An Index To Performance System Irrigation at Blank Enclosure Regulation Of Minister Public Work Of Number 32/PRT/M/2007, irrigation system performance index in irrigation area of Plosowareng in the year 2009 until 2013 included in unfavourable criterion. Based to analysis with Fuzzy Set Theori, indicator most dominant that is at productivity plant. While indicator is not dominant that is at supporter medium. Keywords: Irrigation System performance index, Monitoring and Evaluation, Fuzzy Set Theori
Kata Kunci : Indeks Kinerja Sistem Irigasi, Monitoring dan Evaluasi, Fuzzy Set Theori