Laporkan Masalah

KAJIAN PSIKOLOGIS PERILAKU OBSESIF TOKOH HAVONS DALAM CERPEN SHABONDAMA KARYA TOYOSHIMA YOSHIO: SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI HUMANISTIK

LINTANG ABIMANYU, Drs. Deddy Oekon Hernandy, M.Hum

2014 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Cerpen Shabondama yang diterbitkan pada tahun 1926 ini merupakan salah satu karya Toyoshima Yoshio. Cerpen ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah tokoh Havons. Dalam cerpen ini diceritakan tokoh Havons yang mengala mi gangguan kejiwaan setelah kehilangan anak kesayangannya dan ia berkeinginan untuk bertemu dengan anaknya yang telah mati menggunakan sihir gelembung sabun. Pada penelitian ini, teori struktural digunakan oleh penulis untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen dan keterkaitan antar unsurnya. Selanjutnya digunakan teori Psikologi Humanistik Abraham Maslow untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan tokoh Havons dengan motif perilaku obsesifnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa salah satu kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi yang menjadi salah satu motif tokoh Havons berperilaku obsesif. Kebutuhan dasar yang tak terpenuhi tersebut merupakan kebutuhan dasar akan dimiliki dan cinta, yang membuat Havons ingin selalu bertemu dengan anaknya yang telah meninggal. Oleh karena itu, secara terus menerus ia melakukan ilmu sihir berupa gelembung sabun yang dapat berubah menyerupai anak kesayangannya. Hal inilah yang dapat diidentifikasikan sebagai perilaku obsesif.

Shabondama which was published in 1926, is one of Yoshio Toyoshima’s works. This short story use the first person point-of-view. The main character in this short story is Havons. In this short story is told Havons figures who have psychiatric disorders after losing his beloved child and he wants to see him son who had died using magic soap bubble. In this research, the structural theory used to analyze the intrinsic elements of the short story and linkages between elements. Further use of Humanistic Psychology Abraham Maslow theory to know the correlation between fulfillment needs Havons figure with obsessive behavior motives. This results show that the basic needs of owned and unfulfilled love for figure Havons lost him beloved son to be one motives of Havons figures obsessive behavior to meet his son who had died. Therefore, he continously perform magic in the form of soap bubble that can be altered to resemble his beloved child. This is what can be indentified as an obsessive behavior.

Kata Kunci : psikologi humanistik, motif, obsesif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.